Selasa, 16 Juni 2020 11:21

Bupati Luwu Utara Beberkan 2 Kunci Hadapi Masa Transisi New Normal

Mulyadi Abdillah
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani membeberkan dua hal penting untuk menghadapi masa transisi menuju 'New Normal' atau tatanan hidup yang baru.

RAKYATKU.COM, LUWU UTARA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani membeberkan dua hal penting untuk menghadapi masa transisi menuju 'New Normal' atau tatanan hidup yang baru di tengah wabah Corona. Apa saja?

"Dari sekian banyak hal, dua hal yang juga menjadi penting atau kunci menghadapi masa transisi menuju new normal ini adalah optimisme dan disiplin. Bersama masyarakat, kami pemerintah harus optimis bahwa badai pasti akan berlalu. Tapi yang penting, optimisme tentu harus didukung dengan kedisiplinan masyarakat mematuhi aturan/protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Ini penting karena semua ditujukan untuk memastikan masyarakat kita selamat, sehat, dan dapat melampaui fase new normal ini dengan baik," tutur Indah saat diwawancara awak media, pada Senin (15/6/2020) kemarin.

Bukan tanpa alasan, bupati yang karib disapa IDP ini tidak ingin masyarakat lalai menghadapi masa transisi 'new normal' yang mungkin saja akan dianggap sebagai 'euforia' setelah sekian lama tinggal di rumah.

"Yang kita takutkan adalah masa-masa transisi ini akan dianggap atau masyarakat bisa saja larut dalam 'euforia' setelah sekian lama merasa terkurung di dalam rumah. Untuk itu menjadi penting bagi pemerintah terus mensosialisasikan protokol kesehatan yang harus tetap dipatuhi meski tidak ada lagi pelarangan aktivitas bagi masyarakat." 

"Hal ini pula yang membuat kami mengunjungi warga hingga pelosok, di samping memastikan bantuan tepat sararan, tepat jumlah, dan tepat waktu, kita tidak lagi bicara terkait bantuan yang diberikan, tapi bagaimana mengedukasi masyarakat agar paham bahwa ke depan, hal-hal seperti menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memakai masker, juga menjaga jarak aman; menjadi pola hidup/kebiasaan yang dianggap normal demi menjaga diri dan orang lain dari paparan covid-19," terang IDP.

Kendati demikian, IDP menegaskan ada dua hal yang kontraproduktif tapi berusaha untuk tidak dihadap-hadapkan.

"Disatu sisi kita mencoba untuk membatasi aktivitas dalam rangka untuk mengantisipasi penularan, tapi disatu sisi kami juga menyadari bahwa masyarakat kita harus tetap hidup, mereka tidak boleh berhenti beraktivitas. Saya melihat kalau kita narasinya selalu melarang/membatasi ada kecenderungan untuk melanggar itu, akhirnya kami berpikir logikanya dibalik bahwa silakan beraktivitas, tidak ada pembatasan, tapi ada aturan-aturan yang harus kita sepakati bersama dan dilaksanakan," jelas bupati penerima penghargaan pelayanan publik terbaik ini.