RAKYATKU.COM - Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah turun langsung meninjau lokasi banjir di Bantaeng, Sabtu (13/6/2020).
Nurdin antara lain mendatangi Kampung Beru, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu. Dia menyempatkan diri melayat Haerul, remaja yang tewas akibat banjir.
Tak sekadar menyampaikan belasungkawa, mantan bupati Bantaeng dua periode itu juga ikut menyalatkan jenazah. Setelah itu mengantar ke mobil jenazah dan menutup pintu mobil pengantar jenazah.
"Bapak yang sabar dan kuat. Insyaallah almarhum diterima di sisi-Nya," kata Nurdin saat bertemu ayah Haerul.
Sarifuddin, kakak kandung dari Haerul menjelaskan, adiknya tersebut sedang menuju pasar untuk membersihkan ikan jualan bersama saudaranya yang lain.
Saat itu sekitar pukul 19.00 wita. Dalam perjalanan, Haerul bermain luncuran di atas trotoar. Ternyata di atas trotoar itu ada lubang terbuka.
"Jaraknya sekira tiga meter dari kakak saya. (Dia tercebur) dan langsung hilang jejak dan dibawa arus," jelas Syarifuddin.
Anak dari pasangan Hamma dan Mantang ini baru ditemukan sekira pukul 00.30 dini hari pada Sabtu (13/6/2020) setelah dilakukan pencarian.
Ada tujuh kelurahan yang terkena banjir di Bantaeng. Berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Calendu.
Banyak rumah warga terdampak dan terendam air. Demikian juga dengan perkebunan dan fasilitas umum lainnya.
