Selasa, 09 Juni 2020 10:02

Jemaah Tidak Disiplin, Arab Saudi Kembali Tutup 71 Masjid Setelah Kasus Corona Melonjak

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Kekhawatiran itu benar-benar terjadi. Pelonggaran lockdown di Arab Saudi memicu peningkatan kasus corona.

RAKYATKU.COM - Kekhawatiran itu benar-benar terjadi. Pelonggaran lockdown di Arab Saudi memicu peningkatan kasus corona.

Dilansir dari ArabNews, pada Senin (8/6/2020), Kementerian Kesehatan mengumumkan 3.369 kasus positif Covid-19 baru. Kasus-kasus baru, 746 tercatat di Riyadh, 577 di Jeddah, dan 376 di Makkah.

Kini, total kasus positif di Arab Saudi menjadi 105.283 orang. Sementara jumlah kematian bertambah 34 orang sehingga totalnya menjadi 746 orang.

Pasien sembuh baru 1.707 orang. Sehingga jumlah total orang yang telah pulih menjadi 74.524 orang atau 70 persen dari korban virus.

Peningkatan jumlah kasus itu membuat otoritas keagamaan Saudi kembali menutup sementara 71 masjid di seluruh kerajaan. Pengurus masjid dan jemaah tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Kegagalan masjid-masjid ini untuk mematuhi protokol pencegahan telah menyebabkan meningkatnya kasus Covid-19," kata Menteri Urusan Islam, Abdul Latif Bin Abdul Aziz Al Sheikh.

Masjid-masjid akan sepenuhnya disterilkan selama penutupan sementara, tambah Al Sheikh.

Penutupan sejumlah masjid tersebut adalah yang pertama sejak dibuka kembali pada Minggu (31/5/2020). Lebih dari 900.000 masjid di seluruh kerajaan, kecuali di Makkah, diizinkan beroperasi.

Pada bagian lain, sebuah rumah sakit swasta di Khobar, Arab Saudi, telah ditutup setelah sejumlah staf terinfeksi Covid-19.

Sumber medis mengungkapkan bahwa sejumlah karyawan rumah sakit terinfeksi Covid-19 usai mengunjungi pasien dan kemudian bersosialisasi dengan orang-orang di kediaman mereka.

Keputusan itu diambil oleh pusat komando dan kontrol di wilayah timur berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengendalikan wabah dan menyesuaikan situasi.

Pada hari Sabtu, provinsi Kesehatan Timur mengumumkan seorang dokter meninggal karena Covid-19. Ini adalah kematian dokter ketiga di Arab Saudi akibat pandemi.

Bulan lalu, Arab Saudi mencatat kematian pertama seorang dokter dan seorang perawat setelah keduanya terinfeksi virus corona baru, ketika bekerja di rumah sakit pemerintah di kota suci Makkah.

Anggota fakultas Universitas King Saud dan konsultan Hematologi dan Onkologi Mohammad Al Faki juga meninggal karena virus corona.