RAKYATKU.COM - Gagal pada upaya pertama, pemuda ini membuat blunder pada upaya kedua. Dia berusaha menggantikan pekerjaan ayah di perusahaan dengan cara mencekiknya. Berhasil kah?
Insiden tersebut terjadi di Desa Kotturu, distrik Peddapalli, India pada 26 Mei lalu. Namun, baru terungkap Sabtu pekan lalu.
Ceritanya, M Narsaiah (58), bekerja sebagai operator pompa di Singareni Collieries Company Ltd (SCCL). Dia akan pensiun dalam beberapa hari.
Putra sulungnya M Tirupati membuat rencana untuk membunuhnya. Yang lebih mengejutkan, rencana itu didukung ibunya, Tara dan adiknya, Rakesh.
Tirupati yang berusia 35 tahun mengirim ibu dan saudara laki-lakinya ke kota Godavarikhani pada 23 Mei. Dia lalu mengonsumsi minuman keras di sebuah pesta di desa pada malam 25 Mei. Kemudian mencekik ayahnya yang sedang tidur di rumah.
Setelah melakukan pembunuhan, Tirupati pergi ke rumah neneknya dan tidur di sana. Keesokan paginya dia kembali ke rumah, memberi tahu kerabat bahwa ayahnya meninggal karena serangan jantung dan mulai mengatur upacara terakhir.
Karena ia memerlukan Laporan Informasi Pertama (FIR) untuk memproses lamarannya atas pekerjaan dengan alasan belas kasih, ia mendatangi kantor polisi Dharmaram.
Dia mengatakan kepada polisi bahwa ayahnya mabuk dan meninggal dalam tidur karena serangan jantung. Sub-Inspektur Polisi Prem Kumar langsung ke lokasi kejadian untuk penyelidikan.
Hasil autopsi menunjukkan Narsaiah tewas setelah dicekik. Polisi mulai menginterogasi keluarga dekat korban. Di sini lah Tirupati terjebak.
"Tirupati mengaku bahwa dia membunuh ayahnya dengan persetujuan anggota keluarga sehingga dia bisa mendapatkan pekerjaannya," kata Peddapalli, Wakil Komisaris Polisi P Ravinder.
Investigasi polisi mengungkapkan bahwa Narsaiah pernah mencoba untuk berhenti dari pekerjaannya dengan alasan kesehatan yang buruk sehingga Tirupati dapat memperoleh pekerjaan itu. Namun, ia gagal dalam usahanya karena perusahaan menolak.
SCCL, sebuah perusahaan yang dimiliki bersama oleh Telangana dan pemerintah pusat. Perusahaan ini memiliki kebijakan memberikan pekerjaan kepada salah satu tanggungan seorang karyawan yang meninggal saat bekerja atau berhalangan secara medis.
Ketika pensiun Narsaiah semakin dekat, Tirupati memutuskan untuk membunuhnya untuk mendapatkan pekerjaan.
Polisi telah menangkap Tirupati dan Rakesh. Sementara ibu mereka melarikan diri.
