Senin, 08 Juni 2020 20:24

Warga Bone Kembalikan 80 Rak Telur Busuk dari BPNT, Pemasok Asal Parepare Bungkam

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Puluhan warga Desa Gona, Kecamatan Kajuara, Bone dapat telur busuk. Puluhan rak telur itu bagian dari paket Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Puluhan warga Desa Gona, Kecamatan Kajuara, Bone dapat telur busuk. Puluhan rak telur itu bagian dari paket Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Puluhan warga Desa Gona, Kecamatan Kajuara, Bone dapat telur busuk. Puluhan rak telur itu bagian dari paket Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

RAKYATKU.COM,BONE - Puluhan warga Desa Gona, Kecamatan Kajuara, Bone dapat telur busuk. Puluhan rak telur itu bagian dari paket Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berbondong-bondong mengembalikannya, Senin (8/6/2020).

Bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulan. Melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan atau e-warung yang bekerja sama dengan bank.

Bantuan sosial non tunai diberikan dalam rangka program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar. 

Program ini juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk menjangkau layanan keuangan formal di perbankan, sehingga mempercepat program keuangan inklusif. 

Di Desa Gona ada lebih 300 KPM BPNT terpaksa mengembalikan telur bantuan tersebut. Hal itu dikarenakan telur yang mereka terima sudah busuk.

Informasi yang berhasil dihimpun Rakyatku.com, di Desa Gona, Senin (8/6/2020), ada sekira 80 rak berisi telur busuk yang diterima KPM BPNT di desa tersebut.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kajuara, Aswan yang bertugas membantu menyelenggarakan kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan yang dikonfirmasi, mengatakan, sebenarnya bukan hanya hanya sekira 70 rak tetapi lebih dari 80 rak.

Aswan mengakui saat ini dirinya bersama kepala Desa Gona Kecamatan Kajuara, sementara melakukan pendataan terkait telur busuk tersebut untuk diganti.

"Kami sudah koordinasi dengan kadesnya dan saat ini saya tinggal menunggu data lengkapnya berapa semua yang busuk dan akan digantikan secepatnya dari supplier," ujar Aswan.

Dia mengaku sudah menghubungi pemasok tersebut yang tinggal di Kota Parepare.  

Temuan telur busuk itu mendapat reaksi dari Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bone, Andi Zulfikar Taufik. Dia sangat menyayangkan dan menyesalkan hal itu.

"Kami harap dinas terkait agar segera menindaklanjuti laporan masyarakat agar pemasok segera mengganti bantuan yang layak konsumsi agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," tegas Andi Zulfikar Taufik, Senin (8/6/2020).

"Harapan kami sebelum bantuan sampai ke masyarakat agar kiranya Dinas Sosial melakukan pengecekan kelaikan bantuan terlebih dahulu," harap Andi Zulfikar.  

Sementara itu suplaiyer BPNT Kabupaten Bone, Lukman yang tinggal di Kota Parepare tidak memberi respons.

Saat ditelepon tersambung, namun tidak diangkat. Demikian pula pesan singkat WhatsApp (WA) terkirim dan dibaca karena tertera dua centang warna biru tetapi juga tidak dibalas. (Saenal Abidin/Rakyatku.com)