Selasa, 02 Juni 2020 17:08

Pemberangkatan Haji 2020 Dibatalkan, Begini Tanggapan Gubernur Nurdin Abdullah

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah menanggapi pembatalan pemberangkatan haji tahun ini.

RAKYATKU.COM -- Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah menanggapi pembatalan pemberangkatan haji tahun ini.

"Saya kira kita ambil hikmahnya semua bahwa dunia belum aman dari Covid-19," kata Nurdin Abdullah, Selasa (2/6/2020).

Apa yang diputuskan Menteri Agama, katanya, telah melalui pertimbangan untuk kepentingan semua pihak.

"Ibadah haji itu sangat penting. Wajib bagi umat Islam yang mampu. Tetapi dalam kondisi ini, saya kira kita tidak boleh memaksakan kehendak. Apalagi Arab Saudi, di Makkah dan Madinah itu tempat suci. Kita memaklumi," sebutnya. 

Kondisi yang terjadi di tengah pandemi ini memang tidak menyenangkan bagi semua. Apalagi yang telah direncanakan harus berangkat berhaji. Oleh karena itu, ada hikmah diambil dari peristiwa ini.  

"Jangan kita memaksakan. Justru kita harus mendukung, bagaimana Tanah Suci Makkah bisa bersih dari Covid-19," tambahnya. 

Menag sendiri menegaskan bahwa keputusan pembatalan ini sudah melalui kajian mendalam. Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jemaah.

Agama sendiri mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan. Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan.

Kemenag telah melakukan kajian literatur serta menghimpun sejumlah data dan informasi tentang haji di saat pandemi di masa-masa lalu. 

Didapatkan fakta bahwa penyelenggaraan ibadah haji pada masa terjadinya wabah menular, telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan dimana puluhan ribu jemaah haji menjadi korban. 

Tahun 1814, misalnya, saat terjadi wabah tahun 1837 dan 1858 terjadi wabah epidemi, 1892 wabah kolera, 1987 wabah meningitis. 

Pada 1947, Menag Fathurrahman Kafrawi mengeluarkan Maklumat Kemenag Nomor 4 Tahun 1947 tentang Penghentian Ibadah Haji di Masa Perang.

Selain soal keselamatan, kebijakan diambil karena hingga saat ini Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. 

Akibatnya, pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. 

Padahal, persiapan itu penting agar jemaah dapat menyelenggarakan ibadah secara aman dan nyaman. 

Dikutip dari website Kementerian Agama, Menteri Agama telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 Tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M.

Menag menegaskan, sesuai amanat undang-undang, selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanaan jemaah haji harus dijamin dan diutamakan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi.