Senin, 25 Mei 2020 11:03

Nekat Salat Idulfitri di Masjid, Jemaah Mengamuk saat Didatangi Kades dan Polisi di Buol

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kericuhan di Masjid Al-Nikmat, Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Kericuhan di Masjid Al-Nikmat, Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Manap. Satu nama yang masuk catatan polisi. Dia diduga sebagai provokator dalam kericuhan pasca salat Idulfitri 1441 Hijriah, Minggu (24/5/2020).

RAKYATKU.COM - Manap. Satu nama yang masuk catatan polisi. Dia diduga sebagai provokator dalam kericuhan pasca salat Idulfitri 1441 Hijriah, Minggu (24/5/2020).

Insiden itu terjadi di Masjid Al-Nikmat, Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Dalam video yang beredar di media sosial, Manap terekam memakai baju putih. Dia terlihat memukul petugas hansip.

"Mereka sudah mengaku salah, Kemudian mereka kami limpahkan ke polres," ujar Kapolsek Bunobogu, AKP Muhammad Hasby, Minggu (24/5/2020).

Anehnya, Manap tidak termasuk dalam 30 jemaah yang melakukan salat Idulfitri. Dia tidak ikut salat, tetapi memancing jemaah untuk melawan aparat.

Insiden bermula saat kepala desa setempat, Hamzah mendatangi masjid tersebut. Kades didampingi petugas hansip, kapospol, dan bhabinkamtibmas. 

Saat tiba di lokasi, jemaah sementara melaksanakan salat. Tampak jemaah tidak menerapkan protokol kesehatan, termasuk jaga jarak. 

Namun, rombongan kades memilih tidak langsung membubarkan. Merekan menunggu di luar masjid.

Usai salat, Hamzah menegur jemaah. Dia bertanya siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan salat Idulfitri ini.

Jemaah yang merasa dilarang ibadah, kemudian mengintimidasi rombongan kades.

"Di situ terprovokasi itu oleh beberapa orang, termasuk imamnya salat Id itu. Ada yang provokasi sehingga situasi panas," kata Hasby.