RAKYATKU.COM - Puasa Ramadan mensucikan diri seorang muslim. Dosa-dosanya yang lalu diampuni oleh Allah subhanahu wata'ala.
Tegakah kita mengotorinya kembali? Jika tidak berhati-hati, kesucian itu bisa kembali ternoda. Salah satunya dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Pusat Kajian dan Advokasi Halal (Pusjilal) terus membangun kesadaran masyarakat. Mengingatkan agar berhati-hati mengonsumsi makanan dan minuman.
Pusjilal kembali menghadirkan seminar dalam jaringan (daring) atau online. Seminar kali ketiga dalam bulan ini dijadwalkan pada Sabtu (23/5/2020). Bertepatan 30 Ramadan 1441 Hijriah.
Seminar kali ini mengangkat tema "Idulfitri Tanpa Produk Non-Halal". Acara yang digelar bekerja sama BPJPH dan Bank Indonesia ini menghadirkan tiga narasumber.
Ketiga narasumber semuanya perempuan. Mereka yakni Dr Hj Amrah Kasim Lc MA, ketua Program Studi S3 PPs UIN Alauddin. Amrah juga ketua Komisi Pemberdayaan Wanita MUI Sulsel.
Lalu, Hj Ledia Hanifa Amaliah SSi, MPsi T. Dia adalah mantan ketua Panja RUU Jaminan Produk Halal dan penulis buku Menata Jaminan Halal di Indonesia.
Pembicara ketiga, Hj Siti Aminah. Dia adalah kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH, BPJPH Kementerian Agama RI.
Seminar ini akan dipandu Ketua Pusjilal, Drs H Waspada Santing MHI. Waspada saat ini juga ketua MUI Sulsel Bidang Infokom dan ketua HTC Universitas Bosowa.
Sesuai jadwal, seminar berlangsung dua jam. Dimulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 wita.
Peserta yang ingin berpartisipasi dalam seminar ini bisa mendaftar melalui https://bit.ly/seminarpusjilal_3 atau melalui WhatsApp 08124293035 atas nama Hasrun Abdullah dan 085341130083 atas nama Riska Yuli Nurvianthi.
