Senin, 18 Mei 2020 19:02

Boleh di Masjid, Ini Alasan Wali Kota Makassar Larang Salat Idulfitri di Lapangan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Yusran Yusuf.
Penjabat Wali Kota Makassar, Prof Yusran Yusuf.

Pemerintah Kota Makassar memastikan tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salat Idulfitri pun diizinkan digelar berjemaah di masjid.

RAKYATKU.COM - Pemerintah Kota Makassar memastikan tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salat Idulfitri pun diizinkan digelar berjemaah di masjid.

Pejabat Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf mengatakan, salat Idulfitri tidak boleh di lapangan terbuka. Selama ini, salat Id dipusatkan di Lapangan Karebosi. Akibat wabah corona, salat di lapangan ditiadakan.

Yusran punya alasan tersendiri mengapa tidak boleh di lapangan. "Kenapa bukan di lapangan? Dikhawatirkan datang dari berbagai orang. Nah ini yang kita tidak ingin ada cross contact," ucap Yusran, Senin (18/5/2020).

Dia bilang, umumnya masjid berada di kompleks pemukiman. Jemaahnya sudah saling mengenal satu sama lain. Sambil menjalankan protokol kesehatan, penyebaran virus corona lebih mudah dikendalikan.

Pemerintah Kota Makassar berencana membuat pedoman pelaksanaan salat Idulfitri. Termasuk di dalamnya, jemaah diminta mengenakan masker. Harus melalui pengecekan suhu tubuh sebelum masuk masjid.

"Satu hari sebelumnya kita melakukan sosialisasi SOP-nya. Masing-masing masjid harus ada pemeriksaan suhu tubuh," jelasnya.

Sebelum digunakan untuk salat Idulfitri, masjid-masjid tersebut rencananya akan disterilisasi sehari sebelumnya.