Sabtu, 16 Mei 2020 23:31

3 Jam Duduk Menunggu Ambulans yang Tak Kunjung Datang, Pria Ini Terkulai di Kursi Plastik

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Di kursi plastik, pria 54 tahun ini duduk menunggu ambulans. Hingga tiga jam, yang ditunggu tak kunjung datang.

RAKYATKU.COM - Di kursi plastik, pria 54 tahun ini duduk menunggu ambulans. Hingga tiga jam, yang ditunggu tak kunjung datang.

Pria itu akhirnya meninggal di kursi dalam penantiannya menunggu ambulans. Peristiwa ini terjadi di Maharashtra, India, Sabtu dini hari (16/5/2020). 

Istri, saudara perempuan, dan kerabat korban yang kebingungan itu duduk melingkar di sekelilingnya. Menjaga jarak fisik, ketika para aktivis sosial setempat dan sukarelawan berusaha menghibur mereka.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 pagi. Yesudas M Francis menghabiskan hampir tiga jam di kursi. Menunggu ambulans datang dan membawanya ke rumah sakit. 

Seorang sukarelawan setempat mengatakan bahwa karena penguncian dan penahanan di daerah itu, jalan telah dibarikade atau dipenuhi dengan batu untuk menghentikan pergerakan kendaraan.

Seorang pejabat Kantor Polisi Samarth mengatakan kepada IANS bahwa insiden itu telah terjadi. Rinciannya segera ditunggu dari rumah sakit.

Sekitar pukul 01.00 pagi, Francis menderita kegelisahan yang parah dan keluarga memanggil ambulans dan juga meminta bantuan polisi.

Kemudian, mereka memindahkannya di kursi di luar rumah mereka di dekat Masjid Manusha di daerah Nana Peth, Pune. Negara bagian yang paling parah terkena pandemi Covid-19.

Selama hampir tiga jam, keluarga terus memanggil nomor ambulans tetapi tidak ada yang datang. Sementara patroli polisi dilaporkan mencapai tetapi tidak bisa membantu banyak karena tidak ada ambulans yang tersedia.

Sekitar pukul 04.00 pagi, duduk di kursi plastik, Francis mengembuskan napas terakhir, dikelilingi keluarga yang tak berdaya.

Beberapa saat setelah kematiannya, tubuh Francis dibawa ke rumah sakit pemerintah.

Video dan foto keluarga yang menjadi viral di media sosial membangkitkan reaksi keras di antara warga Pune dan di tempat lain.