Sabtu, 16 Mei 2020 07:03

Jalani “Wisata Covid” di Makassar, 7 Warga Barru yang Positif Corona dalam Kondisi Bugar

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Barru, Suardi Saleh (kanan).
Bupati Barru, Suardi Saleh (kanan).

Pasca dinyatakan positif corona, tujuh warga Barru dalam kondisi stabil. Mereka kini menjalani program "Wisata Covid-19" di hotel yang ditunjuk Pemprov Sulsel di Makassar.

RAKYATKU.COM,BARRU - Pasca dinyatakan positif corona, tujuh warga Barru dalam kondisi stabil. Mereka kini menjalani program "Wisata Covid-19" di hotel yang ditunjuk Pemprov Sulsel di Makassar.

"Alhamdulillah, kondisinya cukup sehat. Semua akan ikuti wisata Covid-19 yang kita harapkan selesai 14 hari, dan bisa dinyatakan tidak terjangkit lagi,” kata Bupati Barru Suardi Saleh saat memberikan keterangan pers di Posko dan Media Center Tim Gugus Tugas Covid-19, Jumat (15/5/2020).

Seperti diberitakan, dari tujuh yang positif corona, lima di antaranya tercatat sebagai petugas medis. Empat perawat di RSUD Barru, dan satunya adalah kepala Puskesmas Palanro. 

Mereka ikut terjangkit pasca-menangani satu santri yang positif corona, yakni klaster salah satu pesantren di Jawa Timur.

Dari lima petugas medis itu, empat di antaranya sempat menjalani masa karantina di Bola Soba’e sebelum ada hasil pemeriksaan swab keluar. Begitu pun kepala Puskesmas Palanro, melakukan karantina mandiri.

Meski demikian, Pemkab Barru tetap melakukan sterilisasi di wilayah tugas kepala puskemas (kapus). Seperti langsung melakukan pemeriksaan rapid test kepada sekira 80 staf Puskesmas Palanro ditambah keluarga Kapus, Kamis malam (14/5/2020). 

Begitu pun untuk beberapa hari ke depan, pelayanan dan aktivitas di Puskesmas Palanro ditutup hingga Senin mendatang.

"Kita sterilisasi untuk Puskesmas (Palanro) dan nanti Senin akan beroperasi kembali. Keluarga cluster Temboro (dan Mesir) juga sudah kita rapid test," paparnya.

Selain itu, Suardi Saleh yang didampingi Sekda Barru Abustan dan Jubir Khusus Covid-19, Amis Rivai, mengurai perkembangan lainnya. Seperti penanganan ke Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“OTG sisa 2, ODP 1, dan PDP 2, yakni orang tua santri,” tambah Suardi Saleh kepada wartawan sambil berbuka puasa bersama.

Dalam kesempatan ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, meminta warga untuk terus senantiasa mematuhi setiap anjuran pemerintah. Seperti meningkatkan kewaspadaan, selalu disiplin dengan standar protokol, memakai masker, rajin cuci tangan, maupun lainnya.

Sekadar diketahui, total warga di Sulawesi Selatan  yang terjangkit atau dinyatakan positif corona, jumlahnya di atas 800 kasus. Sedangkan secara nasional sudah mencapai sekira 14.000 kasus. Meski demikian, jumlah yang sembuh lebih besar dibanding angka kematian.