RAKYATKU.COM - Pemerintah Rusia berjanji segera memeriksa keselamatan ventilator paru buatan yang digunakan di dua rumah sakit.
Kebakaran terjadi di salah satu rumah di St Petersburg pada Selasa pagi. Lima orang tewas.
Api berobar setelah ventilator di ruang perawatan intensif yang merawat 20 pasien virus corona terbakar.
Kantor berita TASS menyebutkan, itu adalah kebakaran kedua yang terjadi di rumah sakit yang merawat pasien virus corona dalam waktu kurang dari sepekan.
Kebakaran serupa meletus di sebuah rumah sakit Moskow pada hari Sabtu. Menewaskan satu orang.
Sumber penegak hukum TASS mengatakan bahwa ventilator juga menyebabkan kebakaran itu. Sumber itu mengatakan ventilator yang menyebabkan kedua kebakaran telah diproduksi di pabrik yang sama di wilayah Ural.
Roszdravnadzor, layanan federal Rusia untuk mengawasi perawatan kesehatan, mengatakan akan memeriksa kualitas dan keamanan ventilator di dua rumah sakit.
Rusia memiliki persediaan ventilator yang cukup baik dan telah meningkatkan produksi dalam negeri sejak wabah virus corona.
Tetapi data, para ahli, dan beberapa petugas medis mengatakan banyak mesin di luar kota besar, sudah tua.
Namun dalam kasus ini, ventilator yang dilaporkan memulai kebakaran St Petersburg itu baru. Katanya, baru dipasang bulan ini.
Kebakaran ketiga terjadi pada hari Senin di sebuah rumah sakit swasta di wilayah Moskow yang menewaskan sembilan orang lanjut usia.
Pemilik rumah sakit itu ditahan oleh polisi. Dua orang lagi kemudian meninggal di rumah sakit, kantor berita RIA melaporkan.
Rusia telah melaporkan 232.243 kasus virus corona baru, jumlah kasus tertinggi kedua di dunia pada Selasa pagi menurut Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat. Angka kematian mencapai 2.116.
