Rabu, 13 Mei 2020 06:00

Sempat Dikarantina di Makassar, Ayah dan Adik Klaster Temboro Dipulangkan ke Bantaeng

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.

Tim gugus penanganan Covid-19 di Kabupaten Bantaeng memberikan kabar terbaru terkait keluarga dari pasien berinisial ID.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Tim gugus penanganan Covid-19 di Kabupaten Bantaeng memberikan kabar terbaru terkait keluarga dari pasien berinisial ID.

Remaja lelaki berusia 18 tahun itu positif Covid-19. ID tergolong dalam Klaster Temboro. Merupakan santri dari Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur. Dia warga Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.

Dua keluarga ID yakni ayah dan adiknya ikut dikarantina di Makassar. Setelah melewati tes swab, keduanya dinyatakan negatif.

Selasa (12/5/2020), keduanya pun dipulangkan ke Bantaeng. Keduanya dijemput oleh tim BSB/PSC 119 Kabupaten Bantaeng. 

"Hari ini, keduanya telah dipulangkan. Keduanya dinyatakan negatif Corona," ujar juru bicara tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan. 

Dia menambahkan, orang tua dan adik dari pasien ID ini dinyatakan negatif setelah melalui serangkaian proses test di Makassar. Selain proses swab, keduanya juga melalui proses test lainnya seperti rapid test dan masa karantina di SwissBell Hotel. Mereka dipulangkan setelah mendapat izin dari petugas medis di Makassar.

"Tim medis memastikan keduanya negatif. Makanya, keduanya diperbolehkan pulang," ungkapnya. 

Kedua pasien ini dijemput di perbatasan Jeneponto-Bantaeng pada Selasa sore. Setelah dinyatakan negatif, tim medis akan tetap memantau kondisi kesehatan keduanya setelah berada di rumah. 

Dia menambahkan, pihaknya juga masih menunggu hasil test untuk pasien Id yang masih di tangani di Makassar. Proses karantina juga masih dilakukan kepada ID. 

"Kita berharap, proses ini cepat selesai sehingga pasien yang bersangkutan bisa kembali pulang," jelas dia. 

Kepala Dinas Kesehatan Bantaneg ini berharap, pasien yang telah dinyatakan sehat ini tidak dikucilkan oleh masyarakat. 

Dia mengimbau masyarakat di Bantaeng tidak panik dan beraktivitas normal seperti sedia kala, namun tetap memerhatikan protokol kesehatan. 

"Kita berharap masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan mengikuti protokol kewaspadaan Corona," pintanya.