RAKYATKU.COM, BARRU - Percepatan musim tanam padi gaduh kedua tahun 2020 di Kabupaten Barru sudah dimulai.
Hal ini dilakukan serentak di sejumlah daerah dalam rangka menjaga pangan pada musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada bulan Juni-Juli mendatang dan pada masa pandemi Covid-19 yang saat ini mewabah di Indonesia.
Pada aktualisasi gerakan percepatan tanam ini, Bupati Barru, Suardi Saleh ikut turun sawah bersama warga Kelompok Tani Mattaropura Dusun Lapao, Desa Binuang, Kecamatan Balusu.
Hal tersebut kemudian dilaporkan kepada Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo lewat rapat via video conference (Vidcon) yang diikuti oleh sejumlah gubernur dan bupati se-Indonesia.
Bupati Barru, Suardi Saleh yang didampingi Dandim 1405/Mallusetasi Letkol Kav. Ali Syahputra Siregar, melaporkan bahwa target produksi musim tanam gaduh kedua 2020 yakni seluas 8.797 hektare.
"Insyaallah target ini bisa kita realisasikan untuk menjaga pangan Indonesia," kata Suardi Saleh kepada Mentan Syahrul, Selasa (12/5/2020).
Suardi Saleh melaporkan bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian di Kabupaten Barru, utamanya mendukung kesejahetraan petani, maka Pemkab Barru di tahun 2020 telag memberikan asuransi pertanian khsusus tanaman padi.
Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) ini berkerja sama dengan PT Jasindo untuk memberikan jaminan atas kerugian gagal panen akibat dari banjir, kekeringan, dan akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Seluruh biaya premi ditanggung oleh pemerintah daerah.
Di samping itu, Suardi Saleh memaparkan tantangan dan hambatan yang dihadapi saat ini, dari luas baku sawah 15.470 hektare, yang memiliki irigasi setengah teknis hanya seluas 5.611 hektare. Selebihnya menggunakan sawah tadah hujan seluas 9.859 hektare.
"Sehingga dengan kondisi tersebut, pemerintah Kabupaten Barru membutuhkan mesin alat dan mesin pertanian, seperti pompa air, pengadaan sumur tanah dangkal dan tanah dalam, perbaikan saluran irigasi serta pengadaan hand traktor dan cultivator," ungkap mantan Kadis PU Kabupaten Pinrang ini.
Mentan Syahrul, dalam sesi dialog bersama gubernur dan bupati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, mulai gubernur, bupati, sampai kepada petani, dalam mendukung percepatan gerakan tanam ini sehingga mencapai aspek pertanian dengan baik.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu berharap percepatan tanam ini bisa menjadi solusi atas prediksi BMKG soal kekeringan dan prediksi FAO soal krisis pangan pasca Covid-19.
"Krisis pangan itu, insyaallah tidak menyentuh pangan Indonesia, jika kita kuat dalam pangan," kata Syahrul.
Lebih lanjut, Syahrul mengingatkan agar kegiatan pertanian Indonesia juga di dukung dengan percepatan momentum sarana dan prasarana, seperti penyiapan bibit, pupuk, dan obat-obatan, serta kerja sama yang intens semua pihak.
"Kami berharap, masih ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kementerian Pertanian. Ini bisa memperkuat brigade pertanian yang ada," tuturnya.
