RAKYATKU.COM,WAJO - Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikabupaten Wajo yang jumlahnya ada sekitar 27 Dinas itu masih banyak ditemukan yang jabat rangkap jabatan.
Pengisian jabatan untuk masing-masing OPD ini masih tertunda. Uji kompetensi untuk pengisian jabatan tertunda akibat wabah Covid-19.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM) Wajo, Herman mengakui, saat ini ada sekitar 18 jabatan eselon II yang lowong.
Sudah ada 46 orang yang disodorkan ke Pemerintah Provinsi Sulsel untuk ikut uji kompetensi. Namun, pelaksanaannya tertunda sementara karena adanya wabah Covid-19 ini.
Mantan kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wajo itu menambahkan, awalnya uji kompetensi dijadwalkan April lalu. Namun, tertunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Akibatnya, seorang pejabat di Wajo memimpin sampai tiga instansi sekaligus. Misalnya, Dinas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi; Dinas sosial, Pengendalian Penduduk, KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dijabat satu orang.
Lalu, Dinas PU Penataaan Ruang dan Pertanahan serta Dinas PMD juga dijabat satu orang. Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu serta BPBD juga dijabat satu orang.
Kepala Disdukcapil merangkap kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.
Beberapa jabatan lainnya masih diisi pelaksana tugas, Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan. Tiga asisten dan staf ahli juga masih lowong.
Ketua Komisi I DPRD Wajo, Haji Ambo Mappasessu mengatakan, seharusnya jabatan lowong itu segera diisi. Khususnya instansi pelayanan yang langsung berhubungan dengan masyarakat.
"Ini akan segera kami koordinasikan dengan teman-teman Komisi I yang membidangi pemerintahan. Nantinya kita lakukan rapat kerja untuk membahas hal tersebut," katanya. (Rakyatku.com/Rasyid)
