Jumat, 01 Mei 2020 09:33

Mentan di Forum Agriculture: Anak Muda Harus Terbiasa dengan Teknologi dan Digital

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar seminar Indonesia Agriculture Forum 2020 melalui video teleconference, Kamis (30/4/2020).

RAKYATKU.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar seminar Indonesia Agriculture Forum 2020 melalui video teleconference, Kamis (30/4/2020). 

Seminar ini digelar dengan tujuan menjadikan pendidikan vokasi sebagai pendidikan berkualitas pada bidang qualified agri creator dan qualified job seeker.

Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengharapkan generasi muda mampu terbiasa dengan sistem digital online dalam melakukan aktivitas kreator di bidang pangan pertanian.

"Karena itu pendidikan vokasi harus menjadi jawaban di tengah pandemi Covid-19. Terutama bagi anak muda yang diharapkan selalu terbiasa dengan digital. Apalagi pendidikan adalah sebuah proses dan tantangan baru yang harus kita hadapi," ujar Mentan Syahrul di ruang Agriculture War Room (AWR) Kementan, Kamis (30/4/2020).

Syahrul mengharapkan seluruh pusat pendidikan pertanian baik di Polbangtan maupun di perguruan tinggi lainnya mampu menghadirkan SDM petani milenial yang gigih dan memiliki rasa keingintahuan pada perkembangan ilmu pengetahuan. 

Generasi seperti itu, kata Syahrul, selalu dibutuhkan untuk menjaga persaingan global yang semakin sulit.

"Karakter seorang petani adalah petarung di lapangan. Karena itu negara membutuhkan anak bangsa yang kritis dalam melakukan segala hal. Sifat kritis ini bisa mengukur tingkat kecerdasan seseorang," katanya.

Syahrul mengatakan, untuk melahirkan generasi semacam itu, maka ke depan pendidikan vokasi perlu melakukan kompetisi yang dimotori oleh pemikiran dan mental tangguh. Dengan begitu, nantinya akan lahir petani milenial kreatif dan mampu berpikir inovatif dalam memajukan sektor pertanian ke depan.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi mengaku bangga dengan alumni Polbangtan yang kini bisa berbicara banyak di dunia pertanian.

Sejak awal, kata Dedi, metode pembelajaran di Polbangtan memang selalu mengikuti alur majunya perkembangan zaman dengan basis utamanya, teknologi. Pola seperti itu, lanjut Dedi, akan memudahkan anak muda dalam melakukan kegiatan bertani dengan digital.

"Yang terpenting mereka mampu menciptakan sikap profesional, mandiri, dan berjiwa entrepreneur. Sejauh ini, beberapa alumni Polbangtan sudah ada yang tergabung dalam startup pertanian. Dan ini sangat luar biasa," tutupnya.

Sebagai catatan, dalam seminar ini turut hadir di antaranya Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Patdono Suwignjo; Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Pungky Sumandi; Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria; dan Ketua Departemen Hortikultura Kadin, Karen Tambayong.