RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Ada harapan dari orang tua gadis 18 tahun, Ridayanti. Penyakit saraf membuatnya tubuhnya kurus. Bertahun-tahun tergolek lemas.
Orang tua tinggal di perumahan Berdikari Asri Blok A2 Nomor 19, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman telah mengutus staf melihat kondisi Rida pada 23 April 2020. Selain itu, orang nomor dua di Sulsel itu pun turut memberikan bantuan berupa bahan pokok.
Sejak saat itu, bantuan mulai berdatangan kepada keluarga Ridayanti. Namun, sejauh ini belum ada bantuan dari Pemkot Makassar ataupun instansi terkait.
"Belum ada (bantuan dari Dinas Kesehatan atau Dinas Sosial). Ada beberapa kunjungan dan bantuan seperti kebutuhannya Rida," ujar Ratna, ibu Ridayanti kepada Rakyatku.com, Kamis (30/4/2020).
Bantuannya beragam. Mulai bahan pokok, kasur, susu, popok, dan bubur.
"Ada (kunjungan dan bantuan) dari warga Berdikari, Villa Mutiara, Binmas Bulurokeng, ibu-ibu majelis taklim, pak lurah, pak camat, pak RT, dan RW," sebutnya.
Ratna menjelaskan, sempat menerima kunjungan dari orang yang mengaku dari Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka mendata keluarga Rida.
Dirinya sangat berharap, Pemkot Makassar bisa memberikan bantuan. Terutama untuk mempermudah pengurusan pencairan tunjangan PKH.
"Cuma mengurus ATM-nya yang hilang, tapi susah pengurusannya karena ATM yang diberikan tidak ada bukunya. Jadi sulit mengurus," bebernya.
Dirinya berharap, dapat bantuan seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan tidak dipersulit pengurusannya.
"Terakhir dapat (bantuan) tahun 2018. Itupun baru dua kali terima dari PKH karena dicopet dompetku," tuturnya.
"Karena gaji dari hasil kerja saya tidak cukup untuk beli popok dan susu," lanjut Ratna.
Selama ini, kata Ratna, anaknya sudah menjalani beberapa pengobatan. "Dulu umum, tapi sekarang ada KIS-nya. Beberapa kali ke RS karena Rida terapi. Cuma sudah lima tahun tidak lagi (ke RS) karena sudah tidak ada kemajuan," katanya.
Rida anak ketiga dari lima bersaudara. Rida dan ibunya tidak lagi serumah dengan ayahnya.
Ibu Rida bekerja di gudang kertas bekas. Selama pandemi Covid-19, dirinya hanya bisa tinggal di rumah atau diistirahatkan.
