Kamis, 30 April 2020 15:03

Jaga Stabilitas Bahan Pokok, Taufan Pawe Ajak Kepala Daerah Se-Sulsel Berbagi Info

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (kiri).
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (kiri).

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Selatan, bersama Gubern

RAKYATKU.COM  - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Selatan, bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Perwakilan Bank Indonesia, dan sejumlah Kepala Daerah se-Sulawesi Selatan, Rabu (29/4/2020).

Hadir mendampingi wali kota Parepare, yakni Sekda Kota Parepare, Iwan Asaad; asisten Setdako Kota Parepare, serta kepala SKPD terkait.

Dalam arahannya, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah, meminta kepada para kepala daerah yang ada di Sulsel agar aktif dalam memantau kondisi kebutuhan pokok yang ada di daerahnya.

"Bahwa saat ini terjadi kelangkaan khususnya bawang merah, bawang putih, dan gula pasir. Namun, hal ini perlu mendapat perhatian kita khususnya dukungan setiap daerah. Kita berharap ada kerjasama antar daerah untuk menjaga ketersediaan pangan di semua sisi, baik dari sisi stok maupun dari sisi distribusi agar inflasi dan ketersediaan pangan kita dapat terkendali," katanya.

Mantan bupati Bantaeng dua periode ini mengatakan, saat ini kondisi kita telah mengalami deflasi, yang kemudian dibutuhkan penanganan dan perhatian khusus.

"Selain itu dalam kesempatan ini kita juga akan membicarakah hal hal yang berkaitan dengan tim akses percepatan keuangan daerah. Khususnya peran TPAKD dalam situasi Covid-19 ini," pungkas dia.

Perwakilan Bank Indonesia, Bambang K mengatakan, Provinsi Sulawesi Selatan sampai pada bulan Maret kemarin kondisi inflasi masih dalam tataran terkendali dengan rata-rata berada pada plus minus 3.

"Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan inflasi yang dipicu emas, telur ayam ras, dan yang menurun adalah daging ayam ras, bandeng, dan cabai rawit," jelasnya.

Bambang, menuturkan, bahwa tren penurunan dari sebelumnya, meskipun selama ini selalu berada di atas nasional. Inflasi terjadi di zona Watampone-Bulukumba. Sementara di zona lainnya mengalami deflasi.

"Inflasi di Sulsel didorong kelompok makanan minuman dan sembako. Sementara kelompok transportasi mengalami deflasi. Bawang puith memberikan kontribusi inflasi yang tinggi termasuk cabai rawit dan minyak goreng disusul rokok kretek disusul adminitrasi pricing dikendalikan oleh pemerintah adalah angkutan bus dan bensin," terang dia.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengajak para kepala daerah berbagi informasi, khususnya komoditi kebutuhan pokok yang ada di daerah masing-masing.

"Dengan forum ini maka kemudian kita buka peluang masing-masing daerah untuk melaporkan kebutuhan pokok yang mendesak. Juga kebutuhan pokok yang mungkin masih stabil atau tersedia lebih di daerahnya," katanya.

Taufan menuturkan, Kota Parepare merupakan pusat aktivitas kebutuhan pokok yang ada di Sulsel untuk diekspor ke beberapa daerah yang ada di Indonesia.

"Kita ini bagian dari aktivitas keluar masuknya bahan pokok. Khususnya yang akan dikirim ke Kalimantan. Maka, kita pastikan kebutuhan di Parepare tetap terkendali hingga selesainya bulan Ramadan ini," ujarnya.