Kamis, 30 April 2020 00:05

Taufan Pawe Jamin Harga Bahan Pokok di Parepare Stabil Selama Ramadan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe menjamin ketersediaan bahan pokok selama Ramadan. Tidak hanya stok, harganya juga digaransi stabil.

RAKYATKU.COM,PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe menjamin ketersediaan bahan pokok selama Ramadan. Tidak hanya stok, harganya juga digaransi stabil.

Itu disampaikan Taufan Pawe melalui video conference dalam high level meeting TPAD dan TPAKD Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (29/4/2020).

Taufan Pawe mengatakan, kondisi tersebut karena sistem yang dijalankan sebelum Ramadan. Selama ini Pemerintah Kota Parepare bersama dengan forkopimda dan juga instansi lainnya bahu-membahu untuk terus melakukan aksi berbagi sembako dan sejumlah kegiatan lainnya.

"Beberapa komunitas, instansi, dan forkompinda serta Pemerintah Kota Parepare, melakukan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat jelang Ramadan. Hal itu tidak lain demi memberikan dukungan dan support atas dampak dari wabah virus corona, yang berdampak pada kesetaraan harga dan bagaimana kita di Parepare mampu tetap mengendalikan harga pasar yang ada," katanya.

Ketua MKGR Provinsi Sulsel itu menambahkan, Pemerintah Kota Parepare terlebih dahulu melakukan pengendalian harga demi menjaga inflasi di Kota Parepare. Melalui program penyaluran bantuan beras peduli dan juga pasar murah.

"Nah pasar murah yang kami galakkan ini betul-betul masuk kategori murah karena kita melakukan defisit harga hingga 40 persen. Masyarakat bisa mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok yang memang sangat dibutuhkan selama Ramadan ini. Program tersebut menyasar ribuan warga Kota Parepare, yang terdampak langsung wabah virus corona ini," jelas Taufan.

Dirinya menjelaskan, selama ini Pemerintah Kota Parepare terus melakukan koordinasi dengan TPID sehingga inflasi kita di Parepare bisa terkendali dengan baik.

"Memang saat ini tidak bisa kita pungkiri bersama bagaimana semua daerah, semua kabupaten merasakan dampak dari pandemi virus corona ini. Dan jalan satu-satunya semua pihak termasuk elemen masyarakat untuk terlibat dengan baik dalam memerangi virus tersebut," jelas eks pengacara ternama ini.

Doktor ilmu hukum itu mengurai bahwa saat ini dirinya mengkhawatirkan terkait tidak tersalurkannya dana dari pusat untuk pembangunan sektor fisik. Sehingga pendapatan masyarakat dalam sektor konstruksi bermasalah akibat kondisi itu.

"Ada satu yang kami khawatirkan yaitu akibat tidak tersalurkannya dana dari pusat untuk pembangunan fisik sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat di sektor konstruksi yang merupakan mata pencaharian mereka," tutup Taufan.