Selasa, 21 April 2020 13:02

Masuk Lewat Jalan Pintas, 16 Gay yang Mandi Bareng di Cogreg Ternyata dari Berbagai Daerah

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Masuk Lewat Jalan Pintas, 16 Gay yang Mandi Bareng di Cogreg Ternyata dari Berbagai Daerah

Enam belas pria gemulai nyaris diamuk massa. Mereka kepergok mandi bareng di Cogreg, Bogor. Dari ponselnya, petugas menemukan adegan kurang pantas.

RAKYATKU.COM - Enam belas pria gemulai nyaris diamuk massa. Mereka kepergok mandi bareng di Cogreg, Bogor. Dari ponselnya, petugas menemukan adegan kurang pantas.

Dari 16 orang itu, enam orang di antaranya berasal dari Jakarta. Mereka masing-masing berinisial AH (29), IA (27), MR (26), GP (24), HS (38), dan MS (22). 

Sepuluh lainnya datang dari berbagai daerah. Mulai dari Tangerang, Bogor, Sukabumi, Tasik, Banyumas, Brebes, Banyuwangi, dan bahkan ada yang dari Sumatera.

Mereka berinisial AF (26), AS (38), RH (30), SO (30), LS (28), PS (24), GM (21), AN (25), S (36) dan SA (37). 

Awalnya, mereka digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Bogor. Belasan gay itu sedang mandi bareng di pemandian air panas Gunung Panjang, Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu dini hari (19/4/2020).

Camat Parung, Yudi Santosa menjelaskan, belasan gay itu sengaja masuk tempat wisata melewati jalan pintas. Padahal, pengelola wisata sudah mengatur jam operasional sesuai imbauan pihak desa.Mulai sore sudah harus ditutup. 

"Sebenarnya pihak wisata sudah mematuhi jam operasional dikurangi, tapi 16 pria ini sengaja menerobos masuk lewat jalan pintas," katanya. 

Yudi menambahkan, petugas kecamatan dan Satpol-PP telah melakukan pemeriksaan serta pendataan pembuatan BAP kepada 16 pria itu ke kantor kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Satpol-PP, Ruslan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya aktivitas mencurigakan di lokasi pemandian pada malam hari.

"Jadi itu saat tugas di titik check point (PSBB) ada pengaduan dari masyarakat, makanya Satpol-PP beserta camat langsung ke lokasi. Ternyata benar (gay) karena ada berapa pasang. Kejadiannya dini hari, pada saat check point ada kumpulan-kumpulan gitu akhirnya didatengin," urainya.

Dari ponsel mereka ditemukan konten video berisi adegan kurang pantas. Dari situ diketahui bahwa mereka adalah penyuka sesama jenis. 

Untuk menghindari amuk massa, petugas kecamatan dan Satpol-PP langsung membawa 16 laki-laki itu ke kantor untuk diadakan pemeriksaan serta pendataan pembuatan BAP.
 
"Surat pernyataan perjanjian dan diancam apabila suatu waktu kembali ke lokasi khususnya di wilayah Parung. Apabila mengulangi akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.