Senin, 20 April 2020 09:03

"Sulit Dipercaya," Dokter Gigi Tajir Berseragam Polisi Mengamuk dan Menembak 10 Orang

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Detik-detik saat pelaku penembakan diamankan di sebuah SPBU di Nova Scotia, Kanada. (FOTO: AP)
Detik-detik saat pelaku penembakan diamankan di sebuah SPBU di Nova Scotia, Kanada. (FOTO: AP)

"Saya tidak pernah membayangkan ketika saya pergi tidur tadi malam bahwa saya akan terbangun oleh berita mengerikan bahwa seorang penembak aktif sedang berkeliaran di Nova Scotia."

RAKYATKU.COM - "Saya tidak pernah membayangkan ketika saya pergi tidur tadi malam bahwa saya akan terbangun oleh berita mengerikan bahwa seorang penembak aktif sedang berkeliaran di Nova Scotia."

"Ini adalah salah satu tindakan kekerasan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah provinsi kami," lanjut Perdana Menteri Nova Scotia, Stephen McNeil.

Dia mengomentari penembakan yang dilakukan pria 51 tahun. Peristiwa terjadi Sabtu malam (18/4/2020) di bagian utara provinsi Nova Scotia, Kanada. Sepuluh orang terbunuh, seorang di antaranya polisi.

Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Gabriel Wortman. Dia diketahui sebagai dokter gigi di Dartmouth, menurut situs web Denturist of Nova Scotia. 

Sebuah foto yang dikeluarkan RCMP cocok dengan cuplikan video seorang pria yang sedang diwawancarai tentang gigi palsu oleh CTV Atlantic pada tahun 2014.

Wortman dikenal sebagai dokter gigi yang membagi waktunya antara tempat tinggal di Halifax dan tempat tinggal di Portapique. Dia diketahui memiliki rumah besar yang indah di Portapique Beach Road. 

Wortman juga memiliki beberapa properti lain dan diyakini membagi waktunya antara Portapique dan bisnisnya di Dartmouth.

Dia ditangkap oleh Royal Canadian Mounted Police (RCMP) di sebuah pompa bensin di Enfield, Nova Scotia, barat laut pusat kota Halifax. Polisi kemudian mengumumkan bahwa dia telah meninggal.

"Lebih dari 10 orang tewas," kata Kepala Inspektur RCMP Chris Leather. 

"Kami percaya itu adalah satu orang yang bertanggung jawab atas semua pembunuhan dan bahwa ia sendiri yang bergerak melintasi bagian utara provinsi dan melakukan apa yang tampak sebagai beberapa pembunuhan."

Brian Sauve, Presiden Serikat Federasi Kepolisian Nasional, mengatakan seorang perwira polisi termasuk di antara mereka yang tewas dalam penembakan dan yang lainnya terluka.

Polisi belum memberikan motif serangan itu. Menjelang pagi, ada setengah lusin kendaraan polisi di lokasi. Pita kuning polisi mengelilingi pompa bensin. Sebuah SUV besar berwarna perak sedang diselidiki oleh polisi.

Insiden itu bermula di kota kecil Portapique di pedesaan. Saat itu polisi mengimbau penduduk untuk mengunci rumah mereka dan tinggal di ruang bawah tanah mereka.

Perdana Menteri Nova Scotia, Stephen McNeil mengatakan itu adalah beban berat tambahan di tengah upaya untuk mengatasi virus corona.

Polisi mengatakan pada hari Minggu sebelumnya bahwa tersangka mengendarai mobil yang terlihat seperti kendaraan polisi. Pelaku juga mengenakan seragam polisi.

Kopral Lisa Croteau, seorang juru bicara polisi mengatakan, polisi menerima telepon tentang seseorang yang bersenjata api sekitar pukul 22.30 pada Sabtu malam. 

Christine Mills, seorang penduduk kota, mengatakan malam itu merupakan malam yang menakutkan bagi kota kecil itu. Petugas bersenjata berpatroli di jalan-jalan. Di pagi hari, helikopter terbang di atas mencari tersangka.

"Ini menegangkan karena kamu tidak tahu apakah ada yang kehilangan akal sehat dan akan menyerang di pintu rumahmu," tambah Mills.

Tom Taggart, seorang anggota parlemen yang mewakili daerah Portapique di Kotamadya Colchester, mengatakan masyarakat yang tenang telah terguncang.

"Ini adalah komunitas yang benar-benar indah, damai yang tenang. Peristiwa yang terjadi di komunitas kami ini tidak dapat dipercaya," kata Taggart.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menyampaikan belasungkawa mendalam terhadap para korban. Dia menyebut, kejadia itu mengerikan.