Senin, 20 April 2020 08:03

Gadis Positif Covid-19 Asal Jeneponto Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Faktanya

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Plt Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jeneponto, Mustaufiq Patta.
Plt Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jeneponto, Mustaufiq Patta.

Lagi-lagi wabah hoax mengganggu warga Jeneponto. Seorang gadis yang positif Covid-19 dikabarkan meninggal dunia.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Lagi-lagi wabah hoax mengganggu warga Jeneponto. Seorang gadis yang positif Covid-19 dikabarkan meninggal dunia.

Gadis 23 tahun itu dirujuk ke RS Labuang Baji pada Sabtu dini hari (18/4/2020). Hanya beberapa saat setelah hasil swab yang menunjukkan positif corona diterima TGC.

Pasien tersebut warga Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Selama ini dia bekerja di Makassar. Saat pulang ke Jeneponto, dia mengalami demam dan gejala Covid-19 lainnya.

Pada Minggu (19/4/2020) beredar informasi di media sosial bahwa pasien tersebut meninggal dunia.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Jeneponto, Mustaufiq Patta memastikan informasi yang beredar di Facebook itu hoax alias bohong. Mustaufiq sudah menghubungi dokter yang merawatnya.

"Dokternya bilang, pasien tersebut ketika dirujuk dalam keadaan sehat. Memang sempat terlihat shock tapi secara keseluruhan pasien baik-baik saja. Jadi kabar yang beredar pasien meninggal itu bohong," ujarnya

Pelaksana tugas Kabag Humas dan Protokol Setdakab Jeneponto itu menyebutkan, pasien dirawat dalam kamar isolasi RSU Labuang Baji. Mendapatkan perawatan sesuai standar Covid-19.

Ruang isolasi dilengkapi kamera pengawas, CCTV. Setiap saat tenaga medis bisa memantau kondisi pasien. 

Cuplikan rekaman CCTV menunjukkan pasien perempuan tersebut sedang duduk di atas ranjang perawatan. Dia tampak sedang menggunakan telepon selulernya. Itu salah satu bukti bahwa pasien tersebut baik-baik saja.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jeneponto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tidak mudah percaya pada berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Kepada masyarakat dan penggiat media sosial, diminta lebih bijak dan berhati-hati dalam memberikan informasi apalagi yang belum dipastikan kebenarannya. 

"Saat ini masyarakat butuh ketenangan dalam menghadapi situasi sulit di tengah ancaman virus Covid-19. Jangan membuat kegaduhan. Saatnya kita bersatu dan bersama menghadapi ini dengan mengenyampingkan ego dan kepentingan tertentu," harap Mustaufiq.