Senin, 20 April 2020 07:04

Bersama Baznas, Bupati Barru Bantu Korban Kebakaran dan Angin Kencang

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Musibah yang melanda sejumlah warga di Desa Lipukasi dan Desa Kupa, membuat Bupati Barru Suardi Saleh langsung bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan, Minggu (19/4/2020).
Musibah yang melanda sejumlah warga di Desa Lipukasi dan Desa Kupa, membuat Bupati Barru Suardi Saleh langsung bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan, Minggu (19/4/2020).

Musibah yang melanda sejumlah warga di Desa Lipukasi dan Desa Kupa, membuat Bupati Barru Suardi Saleh langsung bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan, Minggu (19/4/2020).

RAKYATKU.COM,BARRU - Musibah yang melanda sejumlah warga di Desa Lipukasi dan Desa Kupa, membuat Bupati Barru Suardi Saleh langsung bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan, Minggu (19/4/2020).

Didampingi istrinya, Hasnah Syam, Suardi Saleh turun menyerahkan bantuan logistik dan uang tunai ke salah satu kepala keluarga atas nama Jaharuddin di Desa Lipukasi yang rumahnya habis dilahap “si jago merah”.

Bantuan yang diserahkan bersama Baznas itu, terdiri atas beras 20 kg, telur tiga rak, paket kelengkapan keluarga, paket sandang, paket rekreasional anak, shelter kit, hingga uang tunai.

"Sabbaraki’. Insya Allah ada hikmah di balik cobaan ini. Dan mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan,” kata Suardi Saleh kepada korban kebakaran.

Setelah menyalurkan bantuan dan menyemangati korban kebakaran, Suardi Saleh bersama rombongan bergerak ke arah utara Kabupaten Barru. Tepatnya di Dusun Labuangnge Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi.

Di tempat ini, Suardi Saleh yang datang bersama Kepala Dinas Sosial Andi Makmun Aksa, dan Kepala Pelaksana BPBD Barru Hj Nasriah Madjid, serta pengurus Baznas La Minu Kalibu, menemui warga yang rumahnya rusak akibat terjangan angin kencang.

Sambil menyemangati tiga keluarga yang menjadi korban angin kencang, Suardi Saleh juga menyerahkan bantuan logistik, seperti beras dan mi instan, serta masing-masing uang tunai.

Selama kurang lebih satu jam di Labuangnge, Suardi Saleh maupun istri, menyempatkan berbincang penuh keakraban dengan para korban. Termasuk memperhatikan bagian rumah yang rusak akibat angin kencang.