Senin, 20 April 2020 00:03

Diinisiasi Andi sudirman, MES Sulsel Bagi Sembako untuk Mahasiswa yang Tak Mudik

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Gerakan sejuta posko relawan Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net) bagi warga terdampak penanganan Covid-19 kembali menyalurkan bantuan.
Gerakan sejuta posko relawan Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net) bagi warga terdampak penanganan Covid-19 kembali menyalurkan bantuan.

Gerakan sejuta posko relawan Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net) bagi warga terdampak penanganan Covid-19 kembali menyalurkan bantuan.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Gerakan sejuta posko relawan Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net) bagi warga terdampak penanganan Covid-19 kembali menyalurkan bantuan.

Kali ini sasarannya kepada mahasiswa daerah yang masih menetap di Makassar. Sebab, mereka diimbau untuk tidak mudik atau pulang kampung di tengah pandemi Covid-19.

Sebanyak 30 paket sembako disalurkan gerakan sejuta posko JPS yang diinisiasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulsel. MES Sulsel diketuai Andi Sudirman Sulaiman yang juga wakil gubernur Sulsel.

Gerakan sejuta posko relawan JPS menyerahkan bantuan itu kepada Dewan Mahasiswa UIN Alauddin dan HMI Cabang Gowa Raya di rumah jabatan wagub Sulsel, Jalan Yusuf Daeng Ngawing.

Selanjutnya, pihak UIN dan HMI Cabang Gowa Raya menyalurkan kepada mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa yang menerima bantuan ini merasa bersyukur atas bantuan sembako itu. 

"Biasanya bahan makanan dan uang saku dari orang tua dikirim melalui mobil angkutan antar kota," akunya.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berharap bantuan ini bisa membantu para mahasiswa itu selama di Makassar.

Dia pun mengimbau agar para mahasiswa tidak pulang kampung dulu. Agar setiap orang yang berasal dari zona merah seperti Makassar tidak menjadi carrier atau pembawa pandemi ke daerah lain. Apalagi ke lingkungan keluarga sendiri. 

"Kita berharap dengan bantuan ini bisa mereka bertahan paling tidak mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak mudik," ujar Andi Sudirman, Minggu (19/4/2020).

Di tengah kondisi wabah virus corona ini, Andi Sudirman meminta solidaritas sesama mahasiswa untuk saling membantu. 

"Melalui badan-badan organisasi aktif memfasilitasi program ini untuk yang lainnya," tuturnya.