RAKYATKU.COM,BANTAENG - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng memperketat pengamanan wilayah perbatasan. Kini ada 12 titik penjagaan di perbatasan.
"Jika kemarin 10 titik, kita tambahkan dua titik lainnya di Bonto Daeng dan Bonto Tallasa. Petugas yang berjaga mulai jam 08.00 pagi hingga jam 17.00 sore," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr Andi Ihsan.
Adapun sepuluh titik penjagaan lainnya di antaranya Jembatan Pelangi (Tompobulu-Bulukumba), Rest Area Pantai Marina (Pajukukang-Bulukumba), Rest Area Bonto Jai (Bissappu-Jeneponto), jalan poros Loka-Bantaeng (Loka-Jeneponto-Malakaji), Desa Bonto-Bontoa (Bonto-Bontoa-Bulukumba), Desa Pattallassang (Pattallassang - Bulukumba), Desa Layoa (Layoa-Bulukumba), perbatasan Kanang-kanang (berbatasan Jeneponto), perbatasan Pangi (berbatasan Jeneponto), hingga Benrong (berbatasan Jeneponto).
Dirinya pun berharap masyarakat bisa berkata jujur kepada petugas keamanan dan kesehatan.
"Kami minta masyarakat tidak bohong. Kalau ditanya (pos penjagaan perbatasan) tujuannya, berkata dengan jujur. Jangan saat ditanya bilang ke Sinjai atau Bulukumba, tapi tujuannya di Bantaeng," ujarnya.
"Ini demi kepentingan diri sendiri dan orang yang berada di sekitar kita. Sehingga usaha kita untuk memutus mata rantai penularan dapat lebih efektif," tuturnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat, dengan berkata jujur itu akan membantu petugas dalam melakukan pemantauan. Terutama pendatang dari daerah transmisi lokal.
"Orang yang berkunjung dari wilayah transmisi, bukan membawa aib," pungkasnya.
Meski penjagaan perbatasan tidak dilakukan di malam hari, namun kata Andi Ihsan, bahwa kepedulian masyarakat Bantaeng memberikan informasi ke petugas.
"Sinergitas tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, media maupun masyarakat lainnya aktif melaporkan jika ada yang pendatang," imbuhnya.
