RAKYATKU.COM,BANTAENG - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng mengimbau masyarakat untuk ikut bekerja sama saat petugas kesehatan melakukan survei.
Terutama bagi orang dalam pemantauan (ODP). Tentunya petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD). Mulai dari baju hazmat, masker, pelindung muka dan APD lainnya.
"Ketika tim surveillance datang di lokasi yang tercatat ODP, dengan menggunakan APD lengkap, masyarakat jangan takut," ujar Kadis Kesehatan Bantaeng, dr Andi Ihsan.
"Ini bagian protokol kami, yang menjadi aturan bagi petugas kesehatan saat melakukan survei. Hal itu untuk meminimalkan kontak langsung," jelasnya.
Dinkes Bantaeng, kata dia, sempat mengalami masalah kekurangan APD. Namun berkat bantuan dari kerja sama Dekranasda, Bhayangkari dan lulusan BLK Bantaeng kini daerah yang dijuluki Butta Toa ini bisa memproduksi sendiri APD berupa masker dan baju hazmat.
"Kami sangat terbantu atas produksi yang dilakukan oleh ibu-ibu dari Dekranasda Bantaeng, BLK, maupun Bhayangkari," akunya.
