RAKYATKU.COM - Profesor Muhammad resmi menjadi ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Diputuskan dalam rapat pleno yang berlangsung Rabu (15/4/2020).
Mantan ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel itu terpilih menjadi ketua DKPP definitif menggantikan Harjono untuk sisa masa jabatan 2017-2022.
Pemilihan ini dilaksanakan setelah pengucapan sumpah jabatan anggota penggantian antarwaktu DKPP, Didik Suprayitno.
Rapat pleno pemilihan ketua DKPP dihadiri seluruh anggota DKPP. Selain Muhammad, turut hadir Teguh Prasetyo, Ida Budhiati, Alfitra Salamm, Didik Suprayitno, Hasyim Asy'ari (ex officio KPU), dan Rahmat Bagja SH (ex officio Bawaslu).
Rapat pleno itu akhirnya menetapkan Muhammad sebagai Ketua DKPP yang dituangkan dalam Berita Acara Nomor 002/K.DKPP/SET-01/IV/2020.
Guru besar Universitas Hasanuddin itu menjabat pelaksana tugas ketua DKPP sejak 8 Januari 2020. Ketua DKPP sebelumnya, Harjono mengundurkan diri karena ditunjuk Presiden menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
"Beliau sudah paham betul bagaimana memimpin lembaga ini. Insya allah akan berjalan baik sesuai dengan aturan main yang ada," komentar anggota DKPP, Didik Supriyanto.
Sebelum masuk DKPP, Muhammad pernah menjadi ketua Bawaslu RI. Dia sempat bikin heboh saat menjalani fit and proper test calon anggota Bawaslu di Komisi II DPR RI.
Muhammad sempat ditanya posisinya sebagai penasihat Front Pembela Islam (FPI) di Sulsel. Saat itu, FPI sedang hangat-hangatnya jadi pembicaraan.
Namun, jawaban Muhammad cukup mengejutkan dan membuat anggota Komisi II terkesan. "Saya masuk untuk membina dan mengarahkan agar tetap berjalan dalam koridor yang benar," begitu jawaban Muhammad saat itu.
Anggota Komisi II DPR juga terkesan dengan kecerdasan Muhammad. Seorang anggota DPR sampai nyeletuk, "Anda sebenarnya lebih cocok menjadi ketua KPU."
