Kamis, 16 April 2020 03:00

Selain Disiapkan APD, Mahasiswa PPDS Unhas yang Tangani Covid-19 Diberi Uang Saku dan Transpor

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unhas, Prof dr Budu menyerahkan bantuan secara simbolis kepada mahasiswa PPDS yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19.
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unhas, Prof dr Budu menyerahkan bantuan secara simbolis kepada mahasiswa PPDS yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19.

Universitas Hasanuddin (Unhas) memberi perhatian terhadap mahasiswa yang terlibat penanganan Covid-19. Khususnya mahasiswa Program Profesi Dokter Spesialis (PPDS).

RAKYATKU.COM - Universitas Hasanuddin (Unhas) memberi perhatian terhadap mahasiswa yang terlibat penanganan Covid-19. Khususnya mahasiswa Program Profesi Dokter Spesialis (PPDS).

Mereka adalah anggota Satgas Covid-19 Unhas. Bertugas pada posko utama di Rumah Sakit Unhas dan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

Selain dibekali Alat Pelindung Diri (APD) yang layak, mereka juga diberikan uang saku dan uang transpor

Bantuan ini sesuai kebijakan baru rektor Unhas menghadapi masa darurat Covid-19. Kebijakan yang tertuang dalam surat edaran nomor 8695/UN4.1/KP.11.03/2020. Isi surat edaran itu mencakup beberapa hal. 

Termasuk perhatian khusus untuk mahasiswa PPDS yang berperan dalam upaya mengatasi Covid-19.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unhas, Prof dr Budu menyambut suka cita kebijakan ini. Menurutnya, para petugas medis yang berada di garda terdepan sudah seharusnya diberikan perhatian lebih.

"Saya berterima kasih, baik sebagai ketua Satgas Covid-19 Unhas atau pun sebagai dekan FK atas kebijakan rektor Unhas terhadap keberpihakan yang sangat tepat sasaran ini," katanya. 

Mahasiswa PPDS, katanya, setiap saat berada pada garda terdepan. Mereka sangat dekat dengan penderita Covid-19.

"Dengan adanya APD ini akan semakin memberikan kepercayaan diri para dokter, khususnya mahasiswa PPDS dalam bekerja," tambah Prof Budu.

Fakultas Kedokteran Unhas telah menyalurkan bantuan APD itu kepada mahasiswa yang akan bertugas di posko satgas dan rumah sakit.  

"Uang saku dan uang transpor juga akan sangat membantu. Selain mereka memang masih berstatus mahasiswa, juga banyak di antaranya yang harus mengeluarkan biaya-biaya sendiri untuk keperluan tambahan ketika merawat pasien Covid-19. Misalnya kebutuhan akan multivitamin maupun makanan dengan gizi seimbang," tambahnya.