RAKYATKU.COM - Sumathi dan Anusha susah payah antre pembagian sembako dari pemerintah. Kedua perempuan itu menunggu berjam-jam untuk dapat giliran.
Begitu tiba di rumah, suami marah karena telat pulang. Kedua istri muda tersebut akhirnya nekat gantung diri di pohon. Peristiwa itu terjadi di sebuah desa di negara bagian Telangana, India, Senin (13/4/2020).
Hasil investigasi polisi mengungkap penyebab mereka kompak gantung diri. Gara-gara dimarahi suami sepulang mengambil bantuan dari pemerintah.
Pemerintah India memberlakukan lockdown. Warga yang kurang mampu diberikan bantuan bahan makanan. Namun, harus diambil sendiri di tempat yang telah ditentukan.
Anusha memiliki seorang putri, Uma Maheshwari. Masih 5 tahun. Tubuhnya juga ditemukan tak bernyawa di dekatnya.
Menurut laporan media India, kedua wanita itu berusia pertengahan dua puluhan dan berteman. Mereka berasal dari kota Karimnagar.
Mayat mereka ditemukan tergantung di dua pohon di distrik Medchal. Jasadnya ditemukan pertama kali oleh penduduk setempat lalu melapor ke polisi.
Suami mereka telah diperiksa. Diakui bahwa istri mereka menghadiri pembagian bahan pokok oleh pemerintah pada Jumat (10/4/2020).
Namun, antrean sangat panjang. Warga harus menunggu lama untuk mendapatkan giliran. Perempuan itu akhirnya telah pulang ke rumah. Suami mereka marah.
Dikutip dari Newindianexpress.com, wanita dan anaknya meninggalkan rumah mereka pada Sabtu sore. Mereka sampai di Shameerpet, pinggiran kota, dengan kendaraan pribadi.
Dari situ mereka mendatangi sebuah gereja di Jawahar Nagar. Kebetulan mereka mengenal pendeta di gereja tersebut.
Pada Minggu malam, kedua wanita dan anaknya menghilang dari gereja. Mereka kemudian ditemukan tewas di sebuah ladang pertanian dekat tempat pembuangan sampah pada Senin pagi.
Ponsel mereka ditemukan di dekat jasad yang memudahkan polisi mengidentifikasinya. Polisi menduga mereka mengambil langkah ekstrem atas masalah keluarga.
