Selasa, 14 April 2020 17:15

"Saatnya Kita Jadi Pejuang," Kementan Gandeng E-Commerce dan Grab Salurkan Produk Peternakan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama e-commerce dan penyedia jasa transportasi online.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama e-commerce dan penyedia jasa transportasi online.

Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam memenuhi pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tidak hanya dari sisi produksi.

RAKYATKU.COM - Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam memenuhi pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tidak hanya dari sisi produksi.

Kebijakan yang meminta masyarakat memaksimalkan kegiatan dari rumah menjadi tantangan tersendiri bagi pendistribusian pangan. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dampak Covid-19 tidak hanya merugikan negara dari sisi kesehatan. Juga sangat berdampak pada sektor perekonomian. Termasuk dalam penyediaan pangan. 

Dia mengatakan, selain kesehatan, sektor pertanian harus siap menjadi garda terdepan melawan penyebaran Covid-19.

"Indonesia tengah mengalami pembatasan di sejumlah wilayah. Untuk itu saya minta seluruh pihak terkait, kita tidak boleh diam. Saya ini orang lapangan. Kalian butuh makan dan protein. Kalian tidak bisa fight dengan virus yang dashyat ini tanpa pangan," ungkap Syahrul usai menyaksikan penandatanganan enam mitra peternakan bersama Grab Indonesia di kantor pusat Kementerian Pertanian, Jakarta (14/4/2020). 

Kerja sama dengan Grab tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat melancarkan distribusi produk pangan hasil peternakan. Seperti daging sapi dan ayam, telur, susu, dan olahan lainnya kepada masyarakat. 

Ada pun enam mitra yang digandeng Kementerian Pertanian adalah PT Charoen Pokphan Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Tri Putra Panganindo, PT Cimory, PT Indoguna Utama, dan PT Agro Boga Utama.

Ada juga pengembangan pemasaran produk peternakan berbasis online dengan tiga start up digital market place yakni Etanee, Tani Supply Indonesia, dan Sayur Box.

"Secara kesehatan mungkin bisa selesai lebih cepat, tetapi dampak Covid-19 itu bagi pertanian bisa bertahun-tahun. Di sini lah dibutuhkan kebersamaan. Dibutuhkan nurani kebangsaan. Harus ada keterpanggilan atas nama bangsa. Kalau tidak, maka siap-siap kita akan melihat ceceran masalah di depan mata kita," kata Syahrul.

Mengurai permasalahan pangan di tengah pandemi Covid-19 ini dibutuhkan kerja sama dan sinergi yang kuat dari berbagai pihak. 

Mantan gubernur Sulawesi Selatan dua periode tersebut memanggil seluruh pelaku usaha bidang pertanian dan peternakan. Juga mitra usaha bidang transportasi dan para generasi milenial untuk turut membantu memenuhi ketersediaan pangan bagi 267 juta masyarakat Indonesia.

"Bagi kami di Kementerian Pertanian, selain perintah Presiden agar kementerian tidak boleh diam, ini adalah ruang-ruang ibadah. Saya selalu bilang ini saatnya kalian menjadi pejuang. Jangan berpikir macam-macam lagi untuk bangsa dan negaramu. Teman-teman sekarang hadir untuk itu. Dengan kebersamaan, saya yakin kita bisa lebih cepat keluar dari permasalahn ini," tutup Syahrul.

Pada kesempatan yang sama, Presiden of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan pangan masyarakat. Khususnya produk petenakan dan olahannya. 

Dia mengatakan, ratusan ribu driver Grab siap membantu pendistribusian pangan masyarakat. Hal ini dikatakan juga sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ataupun physical-social distancing untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Ini adalah usaha yang luar biasa dari Grab dengan Kementerian Pertanian. Bapak Menteri sendiri turun tangan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok pangan bagi masyarakat, seperti ayam telur daging dan lain-lain. Kami harap layanan ini dapat menjangkau masyarakat yang saat ini tengah mengikuti protokol kesehatan di rumah. Seperti yang Pak Menteri bilang, saatnya kita berkontribusi untuk bangsa ini," ungkapnya.