Selasa, 14 April 2020 15:35

Mentan SYL Buktikan Panen Sedang Berlangsung di Seluruh Wilayah Indonesia

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama KSAD, Jenderal Andika Perkasa.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama KSAD, Jenderal Andika Perkasa.

Kementerian Pertanian (Kementan) merespons cepat untuk menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan wabah Covid-19.

RAKYATKU.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) merespons cepat untuk menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan wabah Covid-19. 

Kementan sebagai institusi pemerintah yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 juta jiwa penduduk Indonesia telah melakukan banyak langkah konkret untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat.

Bertempat di ruang rapat AWR Kementan, Selasa (14/4/2020), Mentan Syahrul Yasin Limpo menyapa seluruh petani di kabupaten yang sedang melakukan panen raya. 

"Kami ingin buktikan bahwa riil memang semua sedang panen. Bukan hanya angka-angka di atas kertas," sebut SYL.

Video conference kali ini diikuti 332 titik yang menggambarkan kabupaten yang sedang panen padi dan jagung. Ada 12 bupati yang turut bergabung.

Mereka yakni bupati Serdang Bedagai, Banyuasin, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Cianjur, Balangan, Barru, Banggai, Konawe Selatan, Sumbawa Barat, Dompu, dan Nagekeo.

Kementan memperkirakan, panen raya akan berlangsung April. Luas panen sekitar 1,73 juta hektare. Pemerintah akan mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

Puncak panen akan terjadi pada April dengan luas 1,73 juta hektare dengan produksi 5,27 juta ton beras. Berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta hektare atau setara dengan produksi 3,81 juta ton beras. Luas panen Mei ini masih lebih tinggi dari Maret lalu. 

Pada masa puncak panen raya, Kementan melakukan antisipasi untuk menjaga stabilitas harga. Salah satu solusinya adalah melalui Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) melalui pendekatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Rata-rata harga di tingkat petani Maret lalu Rp4.600/kilogram. Sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020 yang baru, HPP GKP di tingkat petani naik sebesar Rp4.200/kilogram dan diperkirakan akan turun saat puncak panen raya.

SYL meminta daerah segera menyerap KUR dan meminta daerah mengawal harga jangan sampai di bawah HPP. 

Meskipun ada wabah, petani diminta tetap semangat dan Kementan akan memberikan bantuan untuk memperlancar produksi. 

"Pada masa wabah Covid-19 ini ada dua agenda utama yang menjadi prioritas utama negara, yaitu bidang kesehatan dan pemenuhan pangan," sebut SYL.

Dengan demikian tugas jajaran Dinas Pertanian di Kabupaten menjadi sangat penting untuk mengawal kegiatan petani.

Saat ini, Kementan sedang menjajaki Kostraling bekerja sama dalam pemasaran online dalam menjual beras ke masyarakat. Langkah nyatanya pada kesempatan tersebut Kementan mencanangkan kerja sama dengan Blibli dalam penyediaan dan distribusi beras.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi dengan CEO Blibli, Kusumo Martanto dalam hal pemanfaatan jasa penyediaan dan distribusi beras melalui platform online Blibli.

"Kami merasa senang telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian sebagai e-commercial partner eksklusif untuk mendukung ketersediaan bahan pangan beras bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk berkolaborasi dan mendukung Indonesia dalam menghadapi situasi pandemi saat ini," ujar Kusumo Martanto. 

Blibli berharap dengan kualitas tim terbaik, sarana dan prasarana, serta teknologi yang dimiliki dapat memberikan dukungan yang maksimal serta memudahkan upaya pemerintah dalam menyediakan bahan pangan beras. 

Hal ini tentunya akan didukung oleh keseluruhan rantai logistik yang menjadi tulang punggung Blibli. Termasuk warehouse Blibli yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat menjangkau pelanggan di Indonesia.

Langkah ini untuk memudahkan akses konsumen membeli beras melalui jasa aplikasi online. Sekaligus membantu menyerap gabah petani agar tidak di bawah HPP. Yaitu dengan menggandeng kostraling/penggilingan padi untuk membeli gabah petani dan kemudian memasok beras untuk dijual melalui jasa online.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi di tempat yang sama meminta agar kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten mendampingi kostraling penggilingan untuk akses KUR sehingga mampu menyerap gabah petani. 

Selanjutnya kostraling segera bermitra dengan pasar online, market place, startup, e-commerce untuk memperlancar distribusi beras medium, premium dan beras khusus secara lancar dan efisien, untuk diakses masyarakat.

"Kami dekatkan produsen dan konsumen agar memperlancar distribusi karena dengan kondisi wabah corona dan kebijakan pemerintah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang menjadi persoalan adalah distribusi yang kemudian akan berdampak pada harga," ujar Suwandi.

Pemerintah berharap kondisi saat ini bukan menjadi penghalang bagi petani untuk tetap berproduksi. Tentunya pemerintah juga akan mengupayakan semaksimal mungkin petani terlindungi dan masyarakat pun dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa pertanian harus tetap berproduksi pada setiap kondisi apapun.