RAKYATKU.COM - India berusaha keras menghentikan wabah corona. Seluruh warga yang berada di luar negeri diminta tidak pulang dahulu.
Kementerian Urusan Eksternal (MEA) atau semacam Kementerian Luar Negeri melaporkan kepada Mahkamah Agung bahwa ada 13 juta orang India di luar negeri.
Mereka termasuk pelajar dan mahasiswa di berbagai negara. Begitu pula warga yang menghadiri kegiatan di luar negeri. Di dalamnya termasuk 24 anggota Jamaah Tablig yang masih bertahan di Gowa, Sulawesi Selatan.
Pemerintah sedang berusaha untuk meminimalkan risiko parah yang ditimbulkan kedatangan dari semakin banyak negara yang terpapar Covid-19.
Pemerintah telah mendesak warga negara India untuk tetap tinggal di tempat mereka saat ini. Maksudnya, agar Kementerian Kesehatan bisa lebih fokus menangani kasus domestik.
Di Inggris, ada sekitar 400 ribu warga negara India. Termasuk sekitar 50 ribu yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Pemerintah Inggris kini telah memperpanjang visa hingga 31 Mei.
"Mengingat situasi wabah virus corona di India saat ini dan sumber daya yang terbatas, tidak layak mengevakuasi warga India dari luar negeri yang ingin kembali karena berbagai alasan," kata MEA dalam balasannya ke Mahkamah Agung.
Tanggapan dari pemerintah datang atas permintaan yang diajukan Mahkamah Agung yang meminta untuk mengevakuasi 380 mahasiswa India yang terdampar di Inggris.
Pemerintah diminta mengevakuasi mereka, memberi mereka akomodasi, kesehatan, dan dukungan medis.
MEA mengatakan, pemulangan warga India di luar negeri bisa menimbulkan risiko besar bagi negara dengan populasi lebih dari 1,3 miliar tersebut.
"Sedapat mungkin, misi juga menyediakan makanan, akomodasi, dan lain-lain kepada siswa India yang telantar," kata MEA.
