RAKYATKU.COM - Seorang polisi India jadi korban. Dia diserang kelompok bela diri. Saat itu, petugas menghentikan mereka karena melanggar jam malam.
Penyerang diketahui anggota Nihang Sikh, kelompok bela diri di India. Mereka menyerang polisi saat diadang di dekat pasar sayur di Punjab, Minggu (12/4/2020).
Lima anggota Nihang Sikh saat itu melanggar jam malam dengan mengendarai kendaraan bermotor. Mereka membawa senjata tajam, berupa parang.
Mereka marah saat diadang polisi. Kelompok itu menyerang polisi dan pegawai pemerintah yang menegakkan aturan jam malam.
Sebuah video menunjukkan detik-detik bentrokan tersebut. Sejumlah polisi terluka. Termasuk Asisten Sub-Inspektur (ASI) Kepolisian Punjab, Harjit Singh, yang tangannya terpotong.
Setelah itu, kelompok Nihang langsung melarikan diri. Namun, beberapa jam kemudian, mereka berhasil ditangkap di kompleks Nihang Dera. Ada 11 orang yang diamankan termasuk seorang wanita.
Berpakaian biru khas mereka, Nihang dikenal karena seni bela diri dan keterampilan bertarung pedang. Sekte ini bertanggung jawab untuk melindungi iman Sikh dan para pengikutnya.
Beruntung tim dokter telah berhasil menyambungkan kembali tangan kiri seorang polisi yang terpotong dalam bentrokan tersebut. Operasi berlangsung delapan jam dilakukan di rumah sakit PGI di Chandigarh.
Menurut Direktur Jenderal Polisi (DGP) Dinkar Gupta mengatakan, Kepala Nihang, Baba Balwinder Singh adalah pelaku utama serangan tersebut.
Polisi telah menyita sejumlah barang bukti. Antara lain tempat penyimpanan senjata, beberapa kartrid bekas, dua bom bensin, tabung LPG, lima kantong kulit poppy dan obat-obatan lain.
Ada juga uang tunai yang disita. Termasuk beberapa botol berisi bahan kimia.
