Minggu, 22 Maret 2020 18:21

Pemerintah Berlakukan WFH akibat Covid 19, Produk Pertanian Laku Keras

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pemerintah Berlakukan WFH akibat Covid 19, Produk Pertanian Laku Keras

Produk pertanian jadi penolong di tengah upaya melawan penyebaran virus corona. Pemberlakuan Work From Home (WFH) membuat omzet penjualan online meningkat tajam.

RAKYATKU.COM - Produk pertanian jadi penolong di tengah upaya melawan penyebaran virus corona. Pemberlakuan Work From Home (WFH) membuat omzet penjualan online meningkat tajam.

Itu dirasakan CEO sekaligus founder Food Marketplace Etanee, Cecep Wahyudin.

"Sejak diberlakukannya WFH, aktivitas masyarakat jadi terbatas. Tapi di satu sisi, alhamdulillah pembelian produk pertanian di kami meningkat tajam. Transaksi kami khususnya dalam lima hari terakhir ini 5-7 kali dari biasanya," ujar Cecep, Minggu (22/3/2020).

Menurut Cecep, omzet produk pertanian yang dijualnya selama kurang dari 10 hari mencapai empat kali lipat. Adapun produk pertanian yang sering dipesan masyarakat, meliputi buah-buahan lokal, ikan dan daging ayam.

Diketahui, produk pertanian tersebut memiliki manfaat dan energi penambah daya gedor kekebalan tubuh.

"Untuk buah manggis saja satu hari bisa habis 500 sampai dengan 1000 kilogram. Untuk daging ayam juga sama, per stockis bisa melayani 500-1000 kilogram," terang Cecep.

Meski orderannya melonjak tajam, Cecep mengaku tidak khawatir dengan stok bahan pangan. Pasalnya petani dan peternak yang dibina tersebar di wilayah Jawa Barat, seperti Cianjur, Bogor, Sukabumi, dan Bandung.

"Stockis kami saat ini tersebar di 18 wilayah dan tujuh kota," tuturnya.

Sebagai informasi, Etanee Food Marketplace adalah platform rantai pasok digital untuk industri pangan dan pertanian. Mereka menghubungkan pemasok, infrastruktur logistik, penjual yang terhubung langsung secara online kepada pembeli.

Digital platform ini turut andil melayani masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah terkait wabah virus corona. Etanee memberikan pelayanan pesan antar produk hasil pertanian dan peternakan. 

Cecep mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan stok pangan yang ada. Seharusnya masyarakat bisa mengambil pelajaran dari wabah virus yang menyebar di seluruh dunia.

"Pesan saya kepada masyarakat jangan panik. Justru jadikan kondisi saat ini untuk sama-sama saling menyadari bahwa hanya tolong menolong itu kepada orang terdekat. Terbukti saat ini yang menjadi tumpuan adalah petani lokal dan juga para pengirim (logistik) produk yang menjadi penolong saat kondisi susah. Cintai produk lokal, cintai petani lokal dan gunakan aplikasi karya anak bangsa," tutupnya.