Kamis, 12 Maret 2020 12:23

Gula Mahal, Waspada Jajanan Mengandung Pemanis Buatan

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Gula Mahal, Waspada Jajanan Mengandung Pemanis Buatan

Gula Mahal, Waspada Jajanan Mengandung Pemanis Buatan

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Harga gula Kristal bening  atau gula pasir komsumsi makin melonjak sejak dua minggu terakhir. Tak semanis rasanya, harganya kini berada di kisaran Rp18 ribu perkilogram dari harga normal Rp13,5 ribu perkilogram.

Kenaikan harga gula pasir bisa berdampak pada industi rumah tangga yang bergerak dibidang makanan dan minuman.

Bahkan banyak pedagang nakal yang bisa saja mengakali kenaikan harga gula pasir dengan menggantinya memakai pemanis buatan dalam jajanan.

Direktur RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, Renny Angraeny Sari  di pasaran ada beberapa jenis pemanis buatan seperti  sakarin, sorbitol, aspartam, atau siklamat.

“Yang perlu Anda ketahui, mengonsumsi pemanis buatan secara berlebihan atau secara rutin tidak baik untuk kesehatan. Efeknya antara lain akan meningkatkan potensi obesitas, karies gigi, penyakit diabetes, sampai gangguan lain seperti sakit kepala, gangguan belajar, emosi, dan mental,” sebutnya, Kamis (12/3/2020).

 

Renny menjelaskan, kandungan maksimal pemanis buatan yang masih diperbolehkan masuk ke dalam tubuh. Misalnya sakarin, yang memiliki tingkat "aman" sekitar 50-300 mg/kg, siklamat 500 mg/kg sampai 3 gr/kg, sorbitol 120 gr/kg-5 gr/kg, sedangkan aspartam sebenarnya sama sekali tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi.

Secara fisik, kata dia  ada ciri yang mudah dikenali untuk membedakan minuman yang mengandung pemanis buatan dan pemanis alami, yaitu konsistensi minumannya yang lebih cair. Misalnya, sirup yang mengandung pemanis buatan akan memiliki konsistensi yang lebih encer dibanding dengan yang mengandung pemanis alami.

“Tingkat rasa manis pada pemanis buatan memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pemanis alami. Akibatnya, meskipun kadar pemanis buatan ini tergolong kecil, rasa manisnya sudah tinggi sehingga harus diencerkan dengan air yang lebih banyak,” jelasnya.

Jika dikomsumsi kata renny terdapapat perbedaan rasa yang sangat mencolok antara  pemanis alami  dengan pemanis buatan.

 "Diantaranya pemanis buatan memiliki rasa manis yang pekat cenderung membuat kita eneg, ada rasa pahit yang tertinggal dalam mulut serta membuat tenggorokan menjadi kering," tutupnya.