RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Jeneponto tergolong maju dari segi pembangunan pasar. Pemanfaatannya yang belum maksimal. Pasar Boyong salah satu contohnya.
Pasar yang diresmikan tahun 2016 itu belum dimanfaatkan, tiga pasar lain segera diresmikan. Ketiganya, Pasar Allu dan Pappaluang di Kecamatan Bangkala serta Pasar Kampung Beru di Kecamatan Turatea.
Peresmian ketiga pasar tersebut dilaksanakan setelah audit BPKP. Selanjutnya dilakukan pembagian kunci.
Kepala Disperindag Jeneponto, Muh Jafar meminta para kepala pasar memperbaiki data pemohon kios. Dia khawatir, ada kesalahan nama yang bisa merepotkan pemerintah.
Para pemilik kios nantinya harus menandatangani surat pernyataan. Isinya, berjanji tidak akan mengubah bentuk kios tanpa sepengetahuan dan seizin pemerintah kabupaten.
Juga tidak menyewakan, memperjualbelikan, dan tidak memindahtangankan kepada orang lain.
Pasar Pappalluang dan Pasar Kampung Beru dibangun dengan anggaran kurang dari Rp4 miliar. Sementara Pasar Allu kurang lebih Rp6 miliar.
Peresmian dijadwalkan antara Maret-April 2020. Pemanfaatan pasar dibutuhkan lebih cepat untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
"Kalau tertunda-tunda, akan menjadi beban. Salah satunya beban listrik. Bayangkan saja, kalau daya 20.000 VA. Kalau misalnya belum dimanfaatkan pedagang, siapa yang akan bayar listriknya?" kata Jafar.
