Senin, 09 Maret 2020 11:37

Pedagang Enggan Berdagang di Pasar Boyong, Kadis Perdagangan: Mungkin Ada Kekuatan Lain

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pasar Boyong di Jeneponto.
Pasar Boyong di Jeneponto.

Rumput liar sudah hampir setinggi atap kios Pasar Boyong, Jeneponto. Pelataran juga sudah ditumbuhi lumut.

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Rumput liar sudah hampir setinggi atap kios Pasar Boyong, Jeneponto. Pelataran juga sudah ditumbuhi lumut.

Bangunan kios itu sudah berusia sekitar empat tahun. Belum pernah digunakan. Akankah bangunan yang menelan dana miliaran itu bakal jadi "perawan" tua lalu ambruk?

Pasar itu diperuntukkan bagi pedagang Pasar Tamanroya. Pasar lama akan dimanfaatkan sebagai pasar hewan. Namun, perencanaan yang kurang matang membuat proses pemindahan pedagang terkatung-katung.

Padahal, kios di Pasar Boyong sudah punya pemilik. Kuncinya pun sudah diserahkan pemerintah.

Pasar Boyong berlokasi di Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Ada kurang lebih 200 kios di dalamnya. 

Pembangunannya menelan dana sekitar Rp17 miliar. Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang meresmikannya pada 2016 lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Jeneponto, Muh Jafar mengatakan dirinya tidak habis pikir. Pedagang yang sudah dibagikan kunci kios belum memulai aktivitas untuk berdagang di Pasar Boyong.
 
"Jangan lagi menunggu semua bersamaan masuk. Yang sudah dapat kunci, masuk maki memulai. Saat kita mau bagi (kunci), mereka semua ngotot untuk dapat giliran pertama. Pas sudah diserahkan kunci, tidak masuk berdagang," kata Muh Jafar kepada Rakyatku.com, Senin (9/3/2020).

"Saya tidak tahu cara apa lagi yang harus dilakukan," lanjutnya.

Pasar Boyong dibangun sejak era Bupati Jeneponto, Radjamilo. Lalu dilanjutkan Bupati Iksan Iskandar hingga diresmikan tahun 2016.

Pemerintah sempat ingin merangsang pedagang dengan menghadirkan pasar malam. Namun, belum terwujud.

Beberapa pedagang juga mengaku takut berjualan di Pasar Boyong. Ada informasi dari mulut ke mulut tentang keselamatan barang dagangan mereka jika disimpan di kios Pasar Boyong.

"Persoalannya ini kan mereka tidak mau Pasar Tamanroya dimatikan," katanya.

Jafar menduga terdapat kekuatan lain yang tidak disadari sehingga orang tidak tertarik untuk berdagang di Pasar Boyong. 

Namun dia berjanji akan terus melakukan upaya dan tidak akan berhenti membujuk pedagang.