Sabtu, 07 Maret 2020 23:02

Natsir Kalla dan Taufik Fachruddin Mundur, AIA Terpilih Aklamasi Pimpin Kadin Sulsel

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberikan selamat kepada Ketua Kadin Sulsel terpilih, Andi Iwan Darmawan Aras.
Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberikan selamat kepada Ketua Kadin Sulsel terpilih, Andi Iwan Darmawan Aras.

Pemilihan ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulsel tanpa voting. Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) terpilih secara aklamasi.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pemilihan ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulsel tanpa voting. Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) terpilih secara aklamasi.

Musyawarah Provinsi VII Kadin Sulsel digelar di Hotel Gammara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Sabtu (7/3/2020). AIA terpilih setelah dua pesaingnya mundur dari pencalonan.

Kedua calon yang mundur yakni Natsir Kalla dan Taufik Fachruddin. Natsir adalah adik Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019, HM Jusuf Kalla.

Sementara Taufik Fachruddin, adik ipar Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah. Dia putra mantan Rektor Unhas, Prof Fachruddin Ambo Enre.

"Insya Allah beliau tokoh muda yang energik dan juga punya link nasional dan internasional," ujar Taufik Fachruddin terkait sosok AIA.

AIA saat ini anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra. Dia juga ketua DPD Partai Gerindra Sulsel. Menggantikan Andi Idris Manggabarani.

Ketua Kadin Sulsel demisioner, Zulkarnain Arief  meletakkan harapan besar di pundak AIA.

"Kita harus menjadi daerah yang bisa memberikan kontribusi besar kepada bangsa ini. Khususnya bidang ekonomi," kata dia.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani dan Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina.

Ucapan Selamat dari Wagub

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman langsung menyampaikan selamat kepada AIA sebagai ketua Kadin Sulsel periode 2020-2025.

Wagub datang mengenakan koko putih dipadukan celana kain hitam. 

"Insya Allah ke depannya Kadin Sulsel ini akan menjadi salah satu barometer Indonesia yang bisa memberikan peran strategis," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi membuka selebar-lebarnya peluang untuk bersinergi dan kolaborasi menuju tujuan bersama.

"Sinergi dan kolaborasi harus kita lakukan untuk tujuan bersama, usaha kecil dan yang besar harus bersinergi, saling membesarkan dan saling mendukung," harap Wagub.

Ia pun mengakui, mengemban amanah itu berat. Karena akan dimintai pertanggungjawaban apakah berbuat adil dalam menjalankan amanah.

"Saya akan berusaha menjadi wasit terbaik untuk Sulawesi Selatan. Karena tidak baik saya wasit, saya juga yang menendang bolanya. Saya tidak bisa seperti itu, saya cukup menjadi wasit saja. Karena, saya berusaha menjadi pelayan rakyat. Diriku sebagai pelayan masyarakat, untuk menjadi pemimpin yang diamanahkan untuk berbuat adil," tutup Wagub.