RAKYATKU.COM,JENEPONTO -- Seperti sudah janjian, 18 anggota DPRD Jeneponto absen rapat paripurna. Lima belas di antaranya tanpa pemberitahuan.
Di antara yang tidak hadir, termasuk anggota Badan Musyawarah (Bamus). Pihak yang justru membahas dan menetapkan agenda rapat-rapat di DPRD.
Parahnya, gara-gara mereka tidak hadir, rapat paripurna batal digelar. Tidak kuorum. Rapat paripurna itu mengagendakan pergantian ketua DPRD Jeneponto.
Rencananya, akan dibacakan surat dari Partai Gerindra yang mengganti kadernya sebagai ketua DPRD. Ketua saat ini, Salmawati. Istri Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir. Gerindra memutuskan menggantinya dengan legislator Gerindra lainnya.
Wakil Ketua I DPRD Jeneponto, Irmawati mengatakan, rapat baru kuorum jika dihadiri 27 anggota DPRD. Berdasarkan absensi, hanya 22 yang hadir. Kurang lima orang.
Lalu, lanjut Irmawati, di antara 18 yang tidak hadir, hanya tiga yang memberikan alasan. "Ada yang lagi umrah serta mengurus orang sakit," kata legislator asal Partai Golkar itu, Jumat (6/3/2020).
Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tidak satu pun yang hadir. Legislator yang absen lainnya berasal dari PDIP. Dari Partai Golkar juga ada yang tidak hadir.
"Dari Fraksi PAN itu anggota Bamusnya ada 2. Golkar 3 orang tidak hadir. Jadi 10 persen dari anggota Bamus," tambah Irma.
Ketua DPRD Jeneponto, Salmawati sempat menskorsing rapat hingga tiga kali. Maksudnya, menunggu legislator lain untuk memenuhi kuorum. Namun, hingga tiga kali skorsing, jumlah peserta rapat paripurna tidak bertambah.
Salmawati dan dua pimpinan DPRD lainnya sepakat menunda rapat paripurna tersebut. Dijadwalkan kembali pada Rabu (11/3/2020).
