RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) mulai mengcover pekerja laut. Dimulai dari anak buah kapal (ABK).
Bertempat di Ratu Gurih Makassar, Kamis (5/3/2020), program itu dimulai. Khususnya di kapal niaga. Dua ABK menerima kartu Jamsostek secara simbolis.
"Ini kali pertama kita lakukan koordinasi mengenai nasib pelaut yang bekerja di kapal niaga. Sangat mungkin terjadi risiko-risiko di laut," ungkap Deputi Bpjamsostek Sulama, Toto Suharto.
Penyerahan dilakukan di sela-sela rapat antara BP Jamsostek dengan Dinas Ketenagakerjaan Sulsel, Syahbandar, dan Dinas Perikanan. Mereka sepakat membentuk tim terpadu terkait perlindungan dan penempatan pekerja laut.
Sebelumnya, kata Toto Suharto, pihaknya telah melakukan sosialisasi seperti di Pelabuhan Untia. Juga memastikan agen perisai untuk memaksimalkan partisipasi peserta BP Jamsostek.
"Setiap pelaut diimbau, sebelum melaut untuk didaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Banyak kasus yang terjadi, mereka mengalami musibah tapi tidak ada perlindungan," jelasnya.
"Kita akan mendorong bahwa BPJS Ketenagakerjaan ini bukan suatu kewajiban tapi kebutuhan," lanjut Toto.
Kepala Cabang BP Jamsostek Makassar, Dodit Istiyono mengatakan, target peserta untuk golongan bukan penerima upah (BPU) selama triwulan pertama, Januari-Maret, 20 persen dari total pekerja BPU. Termasuk nelayan dan petani.
"Sudah ada agen perisai kami di sana. Memastikan sebelum melaut harus terdaftar BP Jamsostek," tambahnya
