Kamis, 05 Maret 2020 18:43

Ada Pungli di Pasar Mini Sengkang, Bupati Wajo Panggil Instansi TerkaitĀ 

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Wajo, Amran Mahmud mengumpulkan sejumlah pejabat terkait dugaan pungli di Pasar Mini Sengkang.
Bupati Wajo, Amran Mahmud mengumpulkan sejumlah pejabat terkait dugaan pungli di Pasar Mini Sengkang.

Beberapa pejabat di Wajo duduk berjejer di atas sofa berukir. Mereka menyimak Bupati Wajo, Amran Mahmud yang sedang berbicara.

RAKYATKU.COM,WAJO - Beberapa pejabat di Wajo duduk berjejer di atas sofa berukir. Mereka menyimak Bupati Wajo, Amran Mahmud yang sedang berbicara.

Kamis (5/2/2020), bupati sengaja memanggil sejumlah pejabat terkait. Menyusul adanya laporan dugaan pungutan liar di Pasar Mini Sengkang.

Bupati Amran memanggil antara lain pelaksana tugas (plt) kepala Dinas Perhubungan, plt kepala Dinas Perindagkop dan UKM, serta kepala Satpol PP, Damkar, dan Penyelamatan. 
Selain mengklarifikasi dugaan pungli tersebut, bupati sekaligus ingin mengetahui progres kinerja instansi masing-masing.

Di hadapan para pejabat terkait, Bupati Amran Mahmud mempertegas kembali komitmennya dalam memberantas praktik pungli di Kabupaten Wajo.

"Jika memang ada dugaan pungli kiranya diusut tuntas. Sebab, hal tersebut tidak dibenarkan dan membuat masyarakat tidak nyaman. Apalagi kita semua telah berkomitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bebas KKN," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kalau ada oknum yang memanfaatkan kesempatan dan mengatasnamakan bupati dan melakukan pungutan di luar ketentuan, masyarakat diminta melaporkannya secara detail.

"Kami tidak akan melindungi oknum yang mau mengambil keuntungan. Apalagi dengan mengatasnamakan bupati," kata dia. 

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Wajo, Taqwa Gaffar sangat mendukung langkah tegas bupati Wajo dalam memberantas segala bentuk pungli.

Taqwa sekaligus mendukung langkah bupati mengusut dugaan pungli yang terjadi Pasar Mini Sengkang. Ini bentuk konkret pemerintah dalam memberantas praktik pungli hingga akar-akarnya.

Langkah ini diharapkan bisa memberikan efek jera terhadap semua oknum yang melakukan praktik pungli. Baik di lingkup Pemkab Wajo maupun terhadap oknum yang mengatasnamakan bupati. (Rasyid/Rakyatku.com)