RAKYATKU.COM - Tiba lebih dahulu di kantor DPP PKB, Syamsuddin Alimsyah bertemu Andi Hamzah Pangki. Keduanya bakal calon bupati Bulukumba. Sama-sama berburu rekomendasi.
Syamsuddin dan Hamzah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Tempatnya di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Walau tiba lebih dahulu, Kak Syam diuji setelah Hamzah Pangki. Mereka dites Andi Muawiyah alias Amure dan Siti Mukarromah.
Setiap bakal calon diberi waktu 15 menit. Namun, saat sesi Kak Syam, tidak terasa memakan waktu hingga 45 menit. Dimulai pukul 16.20 WIB.
"Ada mungkin yang berpersepsi tahapan PKB sangat panjang. Saya sebaliknya mengapresiasi positif. Ini mencirikan PKB sebagai partai modern yang ingin memberi pesan kepada publik bahwa PKB sedang mendedikasikan diri sebagai partai pengabdi ibu pertiwi," kata Kak Syam membuka pemaparan.
"Salah satunya adalah sangat serius dalam pilkada untuk betul-betul mencari pemimpin yang kapabel, yang mumpuni dan tentu berintegritas," lanjut pendiri Kopel Indonesia ini.
Kak Syam memaparkan konsepsinya soal politik bermoral. Politik tanpa mahar dan tanpa politik uang. Hanya pola seperti itu yang bisa menyejahterahkan rakyat.
Meski demikian, katanya, harus dibedakan secara tegas antara cost politics dengan uang kenakalan politikus. Cost politics sebuah keharusan. Tapi money politics adalah haram dan harus ditinggalkan.
"Saya yakin kita bisa menang tanpa politik uang. Masyarakat sudah cerdas dan ingin perubahan. Hanya saja cara kita menyampaikan pesan kampanye yang harus efektif," kata aktivitas antikorupsi itu.
Amure mengaku bangga dengan kecerdasan dan sikap politik suami anggota DPR RI periode 2014-2019, Andi Mariattang itu. Kak Syam tegas tidak akan melakukan politik uang. Menurutnya, PKB memang mencari kandidat yang punya integritas.
Jika dipercaya menjadi kandidat oleh PKB dan ditakdirkan terpilih jadi bupati, Kak Syam menawarkan sebuah konsep bagi parpol sebagai think thank. Harus bersama terus dalam proses pengambilan kebijakan.
Tidak hanya saat pemilu dan akan diingat saat pemilu lagi. Melainkan secara kontinu. Kak Syam bahkan menawarkan sebuah konsep piloting kampung santri di desa-desa di Bulukumba.
