Selasa, 25 Februari 2020 22:03

Pergelangan Kaki Patah, Pelari Gunung Ini Merangkak 8 Jam Sebelum Dapat Bantuan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Joseph Oldendorf
Joseph Oldendorf

Dari ranjang rumah sakit, Oldendorf menceritakan bagaimana dia bertahan dalam suhu sub-beku. Tanpa layanan seluler. Merangkak sendirian bermil-mil.

RAKYATKU.COM - Dari ranjang rumah sakit, Oldendorf menceritakan bagaimana dia bertahan dalam suhu sub-beku. Tanpa layanan seluler. Merangkak sendirian bermil-mil.

"Saya harus merangkak dan berlutut di jalan berbatu, bersalju, kotor, basah. Setelah beberapa saat, lutut saya terasa pegal," katanya. 

"Jadi aku punya ide untuk meletakkan sepatuku di atasnya. Jadi setidaknya aku akan memiliki daya tarik dan sedikit perlindungan. Tetapi masih benar-benar kacau," tutur pria gondrong berusia 26 tahun itu.

Oldendorf seorang pelari. Warga Washington, Amerika Serikat. Jalur gunung telah membuat pergelangan kakinya patah pada Jumat (21/2/2020).

Dia sendirian di Duckabush Trail di Olympic National Park, barat laut negara bagian Washington ketika dia menderita patah pergelangan kaki itu. Sekitar pukul 17.00 sore.

Saat itu, posisinya berjarak sekitar 10 mil dari jalan setapak. Pelari bernama lengkap Joseph Oldendorf itu tak punya pilihan lain. Dia harus merangkak selama delapan jam dengan tangan dan lutut.

Kulitnya robek-robek sampai ia menemukan layanan seluler untuk meminta bantuan.

Pergelangan kakinya patah setelah tergelincir di atas es. Sebuah foto grafis menunjukkan lutut Oldendorf yang berdarah dan kaki kirinya bengkak karena cedera.

Dia sangat senang saat ponselnya berbunyi bip. Sebuah pesan teks masuk. Artinya, dia sudah mendapat sinyal seluler. Pada sekitar pukul 00.45 dini hari, dia menelepon 911 sambil terus menyeret dirinya ke jalan setapak.

Tim penyelamat menemukan Oldendorf pada pukul 04.00 pagi pada hari Sabtu (22/2/2020). Dia langsung mendapat pertolongan pertama di tempat kejadian.

Sementara penyelamat menunggu penjaga pantai AS mengirim helikopter untuk mengangkut Oldendorf dari jalur terpencil.

Seorang awak helikopter MH-65 mencapai lokasi pada pukul 07.00 pagi. Para kru mengangkat Oldendorf dari jalan setapak dan membawanya ke Harborview Medical Center di Seattle.

JSAR memuji kegigihan Oldendorf dan tekadnya untuk menyelamatkan diri. Dia merangkak melalui rasa sakit dan di tengah kekhawatiran akan mati tanpa melakukan apa-apa.

"Aku tidak ingin keluargaku mendengar bahwa aku mati di hutan belantara," tuturnya.