RAKYATKU.COM,BONE - Bupati Bone, Dr H Andi Fahsar M Padjalangi tidak ikut memantau ujian SKD CPNS, Senin (24/2/2020). Hanya Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle yang hadir.
Pertanyaan yang muncul akhirnya terjawab. Andi Fahsar M Padjalangi sedang berada di Yogyakarta. Dia didampingi sejumlah pejabat.
Mulai Sekda, HA Surya Darma SE, MSi; Asisten Bidang Administrasi Umum Dr H Asriady Sulaiman SIP, MSi; Inspektur Daerah Drs HA Islamuddin; serta Kabag Organisasi Setda Bone; Kadis Kominfo, Andi Amran dan Kepala Bappeda, Ade Fariq.
Bukan pelesiran atau jalan-jalan. Bupati Bone hadir untuk menerima penghargaan dari Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo. Penghargaan itu diberikan di sela-sela penyerahan hasil evaluasi SAKIP tahun 2019 wilayah III.
Penghargaan bernama SAKIP Award 2019 Making Changes Making History itu diserahkan di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Senin (24/2/2020). Kategorinya, akuntabilitas kinerja instansi pemerintah tahun 2019.
Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) Kabupaten Bone mendapatkan predikat "Baik" atau B. Tahun sebelumnya hanya memperoleh nilai CC.
"Saya menargetkan tidak ada lagi provinsi, kabupaten, kota yang meraih nilai CC. Saya targetkan tahun 2020 harus minimum B," kata Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo dalam sambutannya.
Tjahjo memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang mendapatkan predikat BB, A, dan AA. Katanya, itu bukti telah bersungguh-sungguh melakukan berbagai upaya perbaikan sehingga tercipta penggunaan anggaran yang lebih efektif dan efisien.
Menteri berharap, pemerintah daerah dengan predikat BB dan A dapat mulai berfokus pada implementasi performance based organization. Termasuk upaya menciptakan reward dan punishment yang berdasar pada aspek kinerja.
Bagi provinsi dan kabupaten/kota yang masih berpredikat B, Tjahjo berharap untuk fokus pada upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi anggaran melalui berbagai upaya.
"Seperti penyempurnaan cascading kinerja hingga level individu; penyelesaian target kinerja tingkat pemerintah daerah melalui kolaborasi seluruh OPD atau cross-cutting program; monitoring dan evaluasi berkala atas kinerja OPD untuk mendorong pencapaian kinerja; serta pemanfaatan aplikasi perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi," ujar Tjahjo Kumolo.
Selanjutnya bagi pemerintah daerah dengan predikat C dan CC, Menteri Tjahjo Kumolo sangat berharap komitmen kepala daerah untuk lebih serius lagi dalam memenuhi unsur-unsur formalitas atau pemenuhan dokumen dan ketentuan lainnya.
Selain itu, meningkatkan kualitas perencanaan penganggaran dengan memastikan sasaran strategis yang jelas dan berorientasi hasil; ukuran keberhasilan yang jelas dan terukur; program dan kegiatan yang berdampak langsung bagi pencapaian sasaran pembangunan; dan rincian kegiatan sesuai dengan maksud kegiatan.
"Implementasi SAKIP ini adalah untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya kepentingan Pemerintah Daerah semata. Oleh karenanya, Kementerian PANRB terus mendorong seluruh instansi pemerintah untuk tidak pernah berhenti berupaya meningkatkan kualitas implementasi SAKIP," ujar Menteri Tjahjo Kumolo.
Sementara Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.
"Alhamdulillah, saat ini akuntabilitas kinerja yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bone sudah baik dan ke depan harus lebih ditingkatkan," ujarnya.
"Insya Allah tahun 2020 ini kita berharap kinerja lebih baik lagi dan berorientasi pada hasil. Harus jelas outcome-nya apa. Kita tidak boleh lagi hanya membuat program yang tidak berorientasi pada hasil. Jadi, nanti akuntabilitasnya bagus, kinerjanya bagus dan orientasinya outcome. Ke depan kami akan kejar itu," tambahnya.
Ia juga menuturkan, kinerja pemerintahan yang baik setidaknya dicapai melalui perencanaan yang berkualitas. Pengarahan yang baik disertai keteladanan. Ketersediaan informasi secara tepat waktu. Adanya keterlibatan pemangku kepentingan. Sumber daya yang baik. Pengendalian yang tepat dan pelaksanaan yang transparan.
"Mudah-mudahan tahun 2020 ini kita bisa mendapatkan A. Ini maknanya semua aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan outcome atau dampak dari program sudah sesuai dengan yang direncanakan," ujar H Andi Fahsar.
"Perencanaan yang dilakukan sejak awal dengan target-target yang jelas dan terukur kemudian dijabarkan dalam program-program yang bisa dievaluasi dan dampaknya terasa bagi masyarakat," katanya.
Atas keberhasilan meraih penghargaan SAKIP Award 2019 dengan predikat B itu, Pemerintah Kabupaten Bone paling tidak akan menerima tambahan Dana Insentif Daerah (DID) untuk tahun anggaran 2021. (Saenal Abidin/Rakyatku.com)
