RAKYATKU.COM - Selasa malam (18/2/2020). Bersama suami, Sonam Saxena (43), Smriti Saxena sedang berjalan-jalan menikmati pantai di Lava Lava Beach Club di Waikoloa.
Smriti seorang wanita India. Berusia 41 tahun. Malam itu, dia mengenakan gaun hitam dengan desain bunga warna-warni. Pakaian itu dibalut jaket hitam.
Suaminya, Sonam Saxena, manajer program bisnis Microsoft.
Mereka tinggal di sebuah resor Marriott mewah dengan dua anak mereka.
"Dia terkena serangan asma di pantai. Dia merasa lemah dan tidak ingin berjalan jauh-jauh karena hampir 20 menit berjalan kaki dari pantai ke kamar kami," ujar Sonam Saxena.
"Jadi aku berkata, 'Hei, kamu tahu apa? Kamu tinggal di sini, kamu membawa ponselmu dan aku akan pergi ke kamar, ambil inhaler dan pompa dan kembali'," lanjut Sonam kepada surat kabar West Hawaii Today.
Ketika dia kembali sekitar 45 menit kemudian, istrinya sudah tidak ada di tempat. Dompet, ponsel, kartu kredit, dan SIM ada di lokasi. Tetapi tidak ada tanda-tanda Smriti.
"Saya terganggu, mengapa dia meninggalkan dompet dan teleponnya di pantai dan kembali ke kamar?" katanya.
"Kelihatannya benar-benar aneh. Jadi aku bergegas kembali ke kamar. Aku memeriksa kamar itu dan kulihat dia tidak ada di dalam ruangan. Jadi aku turun dan saat itulah aku memutar nomor 911," lanjut Sonam.
Dia sempat digiring ke kantor polisi karena dicurigai membunuh istrinya. Setelah dimintai keterangan, dia akhirnya dibebaskan.
Sebelum ditangkap, Saxena sempat membuat cuitan di Twitter. Dia menyesalkan polisi yang terus memberi keterangan kepada wartawan tentang kematian istrinya padahal dirinya belum pernah dimintai keterangan apapun.
"@GovHawaii istri saya telah hilang sejak semalam dan @Hawaii_Police sibuk memberikan wawancara kepada media tentang tubuh yang direkam, tetapi tidak mau mengangkat telepon saya," katanya.
