Selasa, 25 Februari 2020 09:54

Pimpin PP Lidmi, Hamri Muin: Dakwah Kampus Cegah Sekularisme dan Liberalisme

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua Umum PP Lidmi, Hamri Muin
Ketua Umum PP Lidmi, Hamri Muin

Muktamar III Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi) resmi ditutup, Minggu (23/2/2020). Salah satu keputusannya, menunjuk Hamri Muin menjadi ketua umum periode 2020-2022.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Muktamar III Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi) resmi ditutup, Minggu (23/2/2020). Salah satu keputusannya, menunjuk Hamri Muin menjadi ketua umum periode 2020-2022.

Muktamar berlangsung di Gedung PPSDM Sulawesi Selatan sejak Jumat (21/2/2020).

Awalnya peserta muktamar mengusulkan bakal calon ketua. Hasilnya, ada 10 nama. Kemudian tim formatur mengadakan musyawarah terbatas dan memutuskan Hamri Muin sebagai ketua umum.

"Kita melihat dakwah kampus adalah aset untuk melahirkan orang-orang besar di masa yang akan datang. Kapan pemikiran Islam tidak digalakkan di kampus-kampus Islam, maka pemikiran-pemikiran liberal, sekuler, Syiah yang akan menguasai kampus," ujarnya.

Hamri Muin mengungkapkan banyaknya tantangan yang dihadapi oleh kita hari ini.

"Tantangan bagi seorang aktivis dakwah adalah cinta dengan dunia. Jangan sampai kita termasuk bagian dari itu. Mari terus berjuang dalam gerakan dakwah kampus ke depan. Serta memperkuat konsolidasi dan ukhuwah perjuangan kita ke depan," tegasnya.

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini pun menambahkan bahwa amanah itu sangat berat dan perjuangan kita ke depan masih sangat panjang.

"Amanah memang berat, mari kita bersama-sama, karena dakwah adalah jalan kita yang tiada hentinya. Perjuangan kita masih panjang. Olehnya itu mari kita saling menguatkan ukhuwah dalam perjuangan ini. Jangan pernah menyia-nyiakan amanah yang Allah berikan kepada kita," pungkasnya.

Ketua tim formatur Ustaz Abdul Qadir mengatakan, dengan berbagai pertimbangan dan musyawarah begitulah cara kita memilih pemimpin.

"Sesungguhnya ketika kita memilih pemimpin, maka kita bertanggung jawab atas orang yg menjadi pilihan kita selama satu kepengurusan," ungkapnya seperti dilaporkan Muhammad Akbar, Infokom PP Lidmi.