Kamis, 20 Februari 2020 21:06

Mentan SYL Panen 1000 Ekor Pedet Sekaligus Luncurkan Sikomandan di Serdang Bedagai

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Serdang Bedagai.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Serdang Bedagai.

Indonesia masih kekurangan 300 ribu ton daging sapi per tahun. Setara 1,3 juta ekor.

RAKYATKU.COM,SERDANG BEDAGAI - Indonesia masih kekurangan 300 ribu ton daging sapi per tahun. Setara 1,3 juta ekor.

Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) jadi salah satu solusi. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meluncurkan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (20/2/2020).

Peluncuran Sikomandan menjadi rangkaian panen 1000 ekor pedet. 

Kegiatan ini bagian dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi pertumbuhan populasi dan peningkatan produksi ternak sapi dan kerbau dalam negeri. 

Menurut SYL, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sumatera Utara salah satu daerah yang memiliki potensi besar pada sektor pertanian. Termasuk perkebunan dan dunia peternakannya. 

"Negara kita negara kaya. Negara kaya adalah pemberian Tuhan yang harus kita syukuri. Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi yang sangat hebat karena telah berhasil memanfaatkan kekayaan alamnya dengan tepat. Membangun suatu daerah dengan kekuatan alam seperti Sumatera Utara itu yang luar biasa," ungkap SYL di di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (20/2/2020). 

SYL mengatakan, berbagai upaya peningkatan populasi sapi lokal dilakukan Kementerian Pertanian. Itu rangkaian dari komitmen pemerintah untuk menekan angka dominasi impor sapi di Indonesia. Sekaligus sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi nasional yang jumlahnya mencapai 700 ribu ton per tahun. 

"Kebutuhan konsumsi nasional untuk daging sapi di Indonesia adalah 700 ribu ton. Sementara kemampuan produksi kita di angka 400 ribu ton. Artinya kita masih defisit 300 ribu ton. Angka itu setara dengan 1.300.000 ekor sapi setiap tahun. Untuk itu saya harapkan upaya ini bisa meningkatkan produksi sapi kita bahkan hingga dua atau tiga kali lipat," ungkap SYL. 

Selain itu, masih dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas sapi serta kerbau di Indonesia, SYL menyebut pihaknya tengah mengembangkan integrasi sapi sawit. 

Ia menilai potensi lahan sawit untuk pengembangan sapi berpotensi cukup besar untuk turut membantu memecahkan permasalahan pemenuhan daging sapi di Tanah Air. 

Sikomandan Target 4 Juta Sapi Lahir di 2020 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengungkap data tiga tahun terakhir. Mulai 2017 hingga 2019. Kementan telah berhasil melakukan kegiatan inseminasi buatan (IB) sebanyak 11.524.268 ekor akseptor dari target 10.000.000 ekor. 

Hasilnya fantastis. Ketut menyebut kebuntingan sapi dan kerbau pada rentang waktu tersebut mencapai 6.249.303 ekor. Menghasilkan anak dari hasil perkawinan IB sebanyak 4.741.764 ekor.

Dengan adanya program Sikomandan, lanjut Ketut, tahun 2020 ditargetkan setidaknya ada 5.862.500 ekor akseptor. Target kelahiran 4.000.000 ekor hasil optimalisasi kawin IB dan kawin alam. 

"Sesuai arahan Bapak Mentan, mari bersama gaungkan Sikomandan. Salah satu kegiatannya adalah gerakan IB secara masif dan hasilnya seperti yang bisa kita lihat pada kegiatan panen pedet ini," jelas Ketut.