Minggu, 16 Februari 2020 04:30

Selalu Bawa Alquran di Mobil, Sopir Truk yang Jatuh di Barru Sudah Ucap Syahadat

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Truk yang jatuh di Jembatan Bojo, Barru.
Truk yang jatuh di Jembatan Bojo, Barru.

Sesaat setelah truknya jatuh ke sungai, Muhammad Fiqram (27) sudah pasrah. Dia merasa ajalnya sudah tiba pada malam Jumat itu, 13 Februari 2020.

RAKYATKU.COM - Sesaat setelah truknya jatuh ke sungai, Muhammad Fiqram (27) sudah pasrah. Dia merasa ajalnya sudah tiba pada malam Jumat itu, 13 Februari 2020.

Saat terperosok dari Jembatan Bojo, truk yang dia kemudikan dalam kondisi terbalik. Rodanya di atas. Kepala mobil tenggelam dalam air sungai. Termasuk ruang kemudi.

Fiqram yang saat itu tetap berpegangan pada kemudi, terjepit. Dia tidak bisa langsung keluar. Sudah begitu, air memenuhi ruang kemudi. Dia tidak bisa bernapas.

Pada puncak kepasrahannya itu, dia sudah mengucapkan syahadat dalam hati. Maklum, seluruh tubuhnya terendam air.

"Asyhadu an-la ilaha illa allah wa anna muhammadan rasulullah, Asyhadu an-la ilaha illa allah wa anna muhammadan rasulullah, Asyhadu an-la ilaha illa allah wa anna muhammadan rasulullah," tiga kali dia bersyahadat.

Eh, bukannya meninggal. Tiba-tiba truk yang muatannya sudah tumpah itu dihantam air pasang. Bodi truk terangkat sedikit sehingga dia bisa mengambil napas.

Dari situ, dia akhirnya bisa melambaikan tangan kepada warga yang datang. Dia meminta tolong hingga akhirnya dievakuasi warga.

Setelah berhasil dievakuasi, Fiqram langsung mencari tasnya. Rupanya di tas itu, dia selalu membawa mushaf Alquran. Dia selalu menyempatkan waktu membacanya.

"Saya memang selalu bawa di mobil itu. Kalau ada kesempatan, saya baca lagi," tuturnya kepada wartawan, Sabtu (15/2/2020).