RAKYATKU.COM - Suatu hari di tahun 2017. Reynhard Sinaga, si pria tampan, membius seorang laki-laki lain. Dia melakukan pelecehan seksual saat korbannya tak sadarkan diri.
Sial. Saat itu korbannya siuman. Dia langsung sadar apa yang dilakukan Reynhard. Perkelahian tak terhindarkan. Adu fisik. Reynhard mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.
Dalam perkelahian itu, korban yang tidak disebut namanya sempat merampas salah satu telepon genggam milik Reynhard. Lalu, diserahkan kepada polisi.
Dari telepon genggam itulah terbongkar kejahatan asusila yang dilakukan Reynhard. Puluhan pria tak dikenal jadi korbannya.
Polisi menemukan material video kejahatan seksual sebesar 3,28 terabytes dalam telepon genggam itu. Jumlah itu setara dengan 250 keping DVD atau 300 ribu foto.
Kejahatan seksual itu terjadi selama 2,5 tahun. Antara Januari 2015 hingga Juni 2017. Reynhard ditahan sejak tahun 2017.
Reynhard Sinaga divonis hukuman seumur hidup atas tuduhan pemerkosaan terhadap puluhan pria di Pengadilan Manchester Inggris.
Reynhard dijerat 159 dakwaan kejahatan seksual. Termasuk 136 dakwaan pemerkosaan. Delapan dakwaan percobaan pemerkosaan dan 14 dakwaan penyerangan seksual terhadap 48 pria berbeda.
Akibat kejahatan itu, Reynhard harus kehilangan gelar akademik yang setengah mati dia perjuangkan. Universitas Manchester Inggris resmi mencabut dua gelar magisternya.
"Saya sudah melakukan cross check atas info ini kepada pihak Universitas Manchester. Mereka sudah memberikan konfirmasi telah mencabut dua gelar akademik yang telah diraih Reynhard," kata Fungsi Protokol dan Konsuler Kedubes Indonesia untuk Inggris, Gulfan Afero seperti dikutip dari Detikcom, Selasa (4/2/2020).
Dua gelar yang Reynhard yang dicabut Universitas Manchester di bidang Planologi dan Sosiologi.
Gulfan mengatakan kondisi Reynhard saat ini dalam kondisi baik. Menurut Gulfan kepolisian Inggris memberlakukan Reynhard dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku di Inggris.
