Senin, 03 Februari 2020 17:23

Dengar Ada Kenaikan Harga Bahan Pokok, Mentan dan Mendag Langsung Sidak Pasar

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto melakukan sidak ke Pasar Raya Senen, Senin (3/2/2020).
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto melakukan sidak ke Pasar Raya Senen, Senin (3/2/2020).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memperlihatkan sekarung beras, Senin (3/2/2020). Dia turun ke Pasar Raya Senen, Jakarta Pusat untuk mengecek harga barang kebutuhan pokok.

RAKYATKU.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memperlihatkan sekarung beras, Senin (3/2/2020). Dia turun ke Pasar Raya Senen, Jakarta Pusat untuk mengecek harga barang kebutuhan pokok.

Mentan turun bersama Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto. Keduanya kompak melakukan inspeksi mendadak (sidak). Tujuannya, mengecek stok dan harga pangan sehingga pemerintah secepat mungkin menstabilkan harga.

Bersama Mendag, Syahrul berkomitmen mengurus kepentingan negara. Terutama terkait kebutuhan pangan 267 juta rakyat Indonesia. Pasokan pangan harus selalu tersedia. Harganya wajar. Petani, pedagang, dan konsumen bisa sama-sama untung.

"Kita turun melihat langsung di pasar karena ada isu yang berkembang terhadap kenaikan bawang putih dan cabai," kata Mentan.

"Kami juga langsung cek kenaikan atau turunnya harga beras, telur, dan daging. Kita cek langsung ini terkait dengan supply chain pasokan dan ketersediaan, distribusi, dan lain-lain," lanjut mantan gubernur Sulsel itu.

Syahrul menjelaskan, kenaikan harga cabai disebabkan musim kemarau panjang di tahun sebelumnya. Itu mengakibatkan penanaman cabai terlambat. 

Dengan begitu, pasokan cabai untuk Pulau Jawa didatangkan dari Pulau Sulawesi dan Kalimantan.

"Di Kalimantan dan Sulawesi ini sementara panen. Oleh karena itu supply di daerah ini yang akan didatangkan ke sini. Kami sudah lapor ke Menteri Perdagangan. Ini persoalan yang ada pada bagaimana transportasi laut kita tingkatkan menjadi transportasi udara. Kami sudah sepakat untuk bicarakan dengan Menteri Perhubungan dan yang lain-lain untuk bisa memfasilitasi itu," jelasnya.

Selain itu, Syahrul mengakui memang ada gejolak harga karena terjadi kekhawatiran antara pedagang dan lain-lain. Namun demikian, dalam hitungan dan mapping yang dilakukan Kementerian Pertanian dan sudah dilaporkan ke Mendag, hal tersebut ternyata masih bisa diatasi. 

"Jadi, jika kenaikan yang ada masih dalam bentuk yang normal, artinya belum ada loncatan yang harus mengagetkan," tegasnya.

"Kita punya rem. Kalau naiknya pada sekian persen itu masih tingkat normal. Kita cuma monitoring kalau naiknya sudah sedikit melonjak seperti cabai, kita dekatkan pasar yang kita miliki untuk masuk. Artinya bahan bakunya kami dekatkan. Tadi itu sudah didekatkan dengan harga yang cukup berbeda," pinta Syahrul.

Mendag Agus Suparmanto juga mengatakan, kenaikan harga masih dalam batas wajar. "Harga ini cukup stabil walaupun ada kenaikan sedikit," ucapnya.

Buktinya, kata Agus, ayam potong masih berkisar di harga Rp30 ribu per kilogram, bawang putih Rp45 ribu per kilogram, cabai keriting Rp75 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp100 ribu per kilogram, daging sapi berkisar Rp110 ribu hingga Rp115 ribu per kilogram, dan harga telur Rp21 ribu per kilogram.

"Harga beras juga masih stabil. Beras premiun Rp12 ribu sampai Rp14 ribu per kilogram. Beras ketan Rp16 ribu per kilogram. Sementara beras medium di kisaran Rp9 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram. Stok dan pasokan cukup. Semua dari dalam negeri. Tidak ada dari impor," tegasnya.

Di sisi lain, Agus menambahkan, pihaknya sudah sepakat untuk kesamaan data dengan Menteri Pertanian. Dalam sidak ini, sama-sama bersinergi hitungan pasokan dan lapangan masih ada.

"Kita ini harus menciptakan iklim usaha yang sejuk, makanya ini kita antisipasi dengan kondisi-kondisi yang sekarang ini," pungkasnya.